Seputardalamberita:Tim peneliti dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat, saat ini sedang merancang metode pengujian cepat untuk mendeteksi COVID-19 melalui sampel air liur. Mereka juga sedang mempersiapkan aplikasi seluler untuk mendukung sistem pelaporan hasil kit tes cepat. Menurut koordinator penelitian diagnostik COVID-19 Unpad, Muhammad Yusuf, alat tes cepat yang sedang
dikembangkan timnya akan bekerja dengan cara yang mirip dengan kit cepat antigen. Metode pengujian ini juga dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Dia menjelaskan bahwa menggunakan sampel air liur dalam tes adalah metode yang biasa digunakan untuk tes, termasuk tes yang digunakan untuk mendeteksi AGENDOMINO
HIV. Pada uji antigen yang menggunakan metode usap nasofaring, sampel diekstraksi dari permukaan mukosa saluran pernafasan, sedangkan sampel air liur diambil dari mulut pasien. Selanjutnya, pasien disarankan untuk membiarkan air liur mengalir dari mulutnya yang terbuka, bukan meludah. Yusuf
mengatakan, hal itu karena kemungkinan air liur bercampur dengan lendir selama prosesnya. Ahli patologi juga menyarankan bahwa air liur harus diambil segera setelah orang tersebut bangun dari tidurnya, atau sebelum benda lain masuk ke mulut mereka, seperti makanan, pasta gigi, atau air. Tim peneliti bertujuan
untuk melakukan uji coba metode pengujian baru dalam dua bulan ke depan, kata Yusuf. “Saat ini kami sedang mencari formula terbaik untuk mengekstrak protein virus dari sampel air liur,” tambahnya. Sebelum melakukan penelitian ini, Yusuf juga turut serta dalam penelitian untuk mengembangkan uji
antigen yang telah digunakan sebagai salah satu alat pendeteksi COVID-19 secara nasional. Skema uji saliva ini mirip dengan skema yang ia rancang sebelumnya untuk uji antigen, hingga ke protokol penelitian yang akan diserahkan ke komite etik penelitian Unpad. Tim juga telah melaporkan rencana penelitian barunya ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan meminta pendanaan.







0 comments:
Post a Comment