Wednesday, December 23, 2020

Satgas membentuk tim khusus untuk memantau kesehatan dokter yang terjangkit COVID-19


Seputardalamberita:
Satgas COVID-19 nasional telah membentuk tim khusus untuk memantau perawatan bagi dokter yang terinfeksi COVID-19, kata juru bicara Wiku Adisasmito. “Tim yang terdiri dari para ahli, dokter, dan relawan medis ini dibentuk untuk memantau kualitas perawatan kesehatan bagi dokter yang terinfeksi 

COVID-19,” kata Wiku dalam keterangannya, Rabu. Statistik kematian dokter yang dirilis oleh tim mitigasi risiko Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada 15 Desember mengungkapkan bahwa sekitar 202 dokter di seluruh negeri telah meninggal akibat COVID-19. Kepala tim mitigasi risiko IDI Adib Khumaidi AGENDOMINO

mengatakan lonjakan kasus harian COVID-19 adalah salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan jumlah kematian dokter di seluruh negeri - apakah mereka tertular dari pasien COVID-19 di 

rumah sakit atau individu tanpa gejala yang menjalani isolasi diri. Adib mengatakan, dirinya juga yakin Pilkada serentak yang berlangsung pada 9 Desember berpotensi menyebabkan lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia. Oleh karena itu, ia menghimbau kepada para kepala daerah terpilih untuk serius menangani 

COVID-19 dan memprioritaskan upaya penanggulangan pandemi, antara lain dengan memperbaiki fasilitas kesehatan di wilayahnya. “Kami menghimbau kepada masyarakat dan kepala daerah, termasuk para pendukungnya untuk tidak melakukan kegiatan apapun yang berpotensi menimbulkan keramaian,” 

saran Adib. “Masyarakat [yang ikut pemilu] juga harus memeriksa kondisi kesehatannya jika menunjukkan gejala COVID-19, dan melakukan tes meski tidak ada gejala,” tambahnya.

0 comments:

Post a Comment