Seputardalamberita:Pemerintah Jawa Tengah memutuskan untuk menjatah pemrosesan sampel polymerase chain reaction (PCR) karena keterbatasan kapasitas laboratorium. Dalam dua minggu pertama setiap bulan, sampel ditumpuk di beberapa laboratorium PCR di provinsi tersebut karena beberapa daerah tidak memiliki
laboratorium PCR dan telah mengirimkan sampelnya ke daerah yang memilikinya. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan laboratorium PCR provinsi memiliki totalAGENDOMINO
kapasitas maksimal 13.000 sampel. “Kalau kita terima lebih pasti ada pileup,” kata Yulianto, Selasa seperti dikutip kompas.id. Kabupaten Tegal dan Brebes serta Kota Tegal, misalnya, selama ini mengandalkan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Semarang Jawa Tengah untuk mengolah sampel
usapnya. Lab Center Semarang bisa memproses hingga 2.000 sampel per hari. Namun, di awal bulan, lab menerima 4.000 sampel. Oleh karena itu, kata Yulianto, pihaknya memutuskan untuk menjatah pengiriman sampel dan memprioritaskan sampel dari pasien rumah sakit dan pasien terduga. “Kami juga
memprioritaskan kelompok rentan, termasuk lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta. Sampel dari mereka akan diberi tanda khusus. Jika kami tidak memberikan jatah, kami akan menghadapi pileup lagi.







0 comments:
Post a Comment