Seputardalamberita:Cerita yang berbeda antara polisi dan Front Pembela Islam (FPI) atas kematian enam anggota kelompok tersebut dalam pertengkaran pada Senin dini hari telah memicu pertanyaan dari pengamat, menyerukan transparansi dalam insiden tersebut. Panggilan telepon itu menyusul dugaan bentrokan antara anggota
polisi dan simpatisan pemimpin FPI Rizieq Shihab di ruas tol Jakarta-Cikampek Kepala Polda Metro Jaya Insp. Jenderal Fadil Imran mengatakan, kantornya telah mengerahkan enam personel pada tengah malam untuk membuntuti kendaraan yang diduga milik pendukung Rizieq, menyusul informasi mengenai rencana yang diduga dibuat oleh anggota FPI untuk menghentikan pemeriksaan ulama kontroversial
tersebut oleh polisi. Direncanakan bertempat di Polda Metro Jaya pada pukul 10.00 Rizieq dipanggil Polda Metro Jaya terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan masyarakat pada pertemuan masal bulan lalu. Namun, dia mengklaim pengemudi kendaraan telah memperhatikan bahwa mereka sedang diikuti, yang mendorong mereka untuk menghalangi mobil polisi. Para simpatisan Rizieq yang diduga kemudian
melanjutkan penyerangan terhadap anggota polisi yang diturunkan ke lokasi kejadian dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam, lanjut Fadil. "Para petugas, yang keselamatannya terancam, menanggapi dengan mengambil tindakan tegas dan terukur [terhadap para penyerang yang diklaim]," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan televisi. Dia menambahkan bahwa enam dari 10 AGENDOMINO
tersangka penyerang ditembak mati akibat konflik tersebut. Yang lainnya berhasil melarikan diri dari tempat kejadian. Fadil melanjutkan, tidak ada satupun petugas yang hadir di lokasi kejadian yang terluka. Hanya mobil polisi yang digunakan untuk membuntuti terduga pendukung Rizieq yang rusak
akibat bentrokan itu, tambahnya. “Kami menghimbau Rizieq dan pendukungnya untuk tidak mengganggu proses penyidikan, karena melakukan itu merupakan tindak pidana,” katanya, seraya menambahkan bahwa polisi tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas terhadap ancaman yang
ditujukan kepada polisi. Komandan Militer Jakarta Mayjen Dudung Abdurrachman yang juga hadir dalam konferensi itu mengatakan, pihak militer juga akan mendukung penuh langkah yang diambil polisi. Menanggapi pemberitaan tersebut, Ketua FPI Ahmad Shabri Lubis dan Sekretaris Jenderal
Munarman membuat laporan yang sangat berbeda tentang peristiwa-peristiwa yang tampaknya bertentangan dengan kronologi resmi polisi.







0 comments:
Post a Comment