Monday, December 7, 2020

Delapan orang tewas akibat banjir, tanah longsor di Sumatera Utara


Seputardalamberita:
Hujan deras yang melanda Sumatera Utara sejak Kamis telah menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa bagian wilayah tersebut, merenggut nyawa delapan orang. Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan banjir dan tanah longsor dilaporkan terjadi di beberapa daerah di setidaknya enam 

kabupaten dan kota: Deli Serdang, Medan, Binjai, Humbang Hasundutan, Tebing Tinggi dan Serdang Bedagai. Di Deli Serdang, kompleks perumahan De Flamboyan paling parah terkena banjir bandang. Tanggul sungai terdekat yang memisahkan Deli Serdang dari Medan runtuh pada dini hari Jumat saat hujan deras, mengirimkan air ke daerah pemukiman.AGENDOMINO

Badan SAR Medan yang mengirimkan tim untuk membantu tim SAR setempat melaporkan enam orang tewas. "Arus kuat membuat upaya kami sulit," kata Kepala Badan SAR Medan Toto Mulyono kepada The Jakarta Post. Di Medan, hujan deras menyebabkan sungai meluap di 13 desa di tujuh kabupaten. "Banjir 

telah mempengaruhi 2.773 rumah di tujuh kabupaten. Seluruh warga sudah dievakuasi, "kata Nico Arwan dari Badan Penanggulangan Bencana Medan. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Medan Edison Kurniawan mengatakan, cuaca ekstrem sejak Kamis itu disebabkan gangguan 

cuaca siklon di bagian utara Samudera Hindia dekat. Sri Lanka. "Topan tropis Burevi di wilayah Sri Lanka dan adanya daerah bertekanan rendah di atas Filipina membentuk konvergensi angin di pantai timur [Sumatera] dan di pegunungan timur Sumatera Utara," kata Edison, menambahkan bahwa hal itu memicu 

curah hujan “Beberapa wilayah di Sumut diperkirakan masih mengalami curah hujan sedang dan deras dalam beberapa hari ke depan,” kata dia. Cuaca ekstrim juga menyebabkan longsor di Sibolangit dan Namorambe di Deli Serdang yang menurut Toto menewaskan dua orang.

0 comments:

Post a Comment