Monday, December 28, 2020

Para ahli menyerukan pembatasan COVID-19 yang lebih ketat


Seputardalamberita:
Para ahli mendesak pemerintah untuk menerapkan batasan sosial yang lebih ketat untuk mengekang penularan COVID-19 karena tingkat kematian dan kepositifan terus meningkat. Pembatasan yang lebih ketat sangat penting terutama menjelang musim liburan akhir tahun yang berpotensi menyebabkan 

lonjakan kasus baru, kata Ari Fahrial Syam, dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI). "Semua pemimpin daerah harus melarang perayaan malam tahun baru dan memberlakukan jam malam untuk mengekang penularan COVID-19," kata Ari seperti dilansir kompas.id, Minggu. Ari menyoroti 

lonjakan tingkat positif COVID-19 baru-baru ini di tengah rendahnya pengujian yang dilakukan oleh pemerintah. Tingkat kepositifan dalam sepekan terakhir tercatat 21,5 persen dengan 6.528 dari 29.425 orang yang dites virus corona dipastikan tertular penyakit itu, yang berarti satu dari lima hasil tes kembali 

positif. Jumlah kasus aktif tercatat 108.452 kasus per Minggu sedangkan jumlah tersangka secara nasional 69.325 orang. Banyaknya tersangka dibandingkan dengan jumlah orang yang dites menunjukkan rendahnya tingkat pengujian yang dilakukan oleh pemerintah. Ari mengatakan, peningkatan jumlah kasus 

aktif telah membanjiri rumah sakit COVID-19 di seluruh negeri. “Sangat sulit untuk merujuk pasien saat ini karena banyak ruang isolasi COVID-19 dan ICU [unit perawatan intensif] terisi penuh. Persediaan 

obat-obatan juga menipis dan banyak petugas kesehatan telah terinfeksi dan meninggal karena COVID- 19, "katanya. Tri Maharani, dokter gawat darurat kelompok relawan Indonesia Lapor COVID-19, membenarkan pernyataan Ari.

0 comments:

Post a Comment