Monday, December 28, 2020

Operator asimtomatik COVID-19 didesak untuk mengisolasi diri: Asosiasi rumah sakit


Seputardalamberita:
Rumah sakit di seluruh negeri didesak untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur mereka untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus COVID-19 setelah liburan akhir tahun. Sementara itu, bagi mereka yang sedang mengidap virus namun tanpa gejala, juga sangat disarankan untuk melakukan isolasi 

sendiri sebagai bagian dari upaya agar rumah sakit tidak kehabisan tempat tidur bagi pasien COVID-19 yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Kepala layanan keamanan kesehatan Persatuan Rumah Sakit 

Indonesia (Persi), Daniel Wibowo, mengatakan negara akan mengharapkan lonjakan kasus setelah liburan dan dia mengatakan pembawa asimtomatik COVID-19 harus mengisolasi diri untuk mencegah rumah sakit penuh. “Tidak semua penderita COVID-19 perlu dirawat di rumah sakit, selama mereka berhasil 

mengisolasi diri. Kami juga melihat kemungkinan pengiriman pasien COVID-19 yang sudah pulih ke fasilitas isolasi diri untuk memberi ruang bagi pasien lain, ”kata Daniel pada hari Minggu, kompas.id melaporkan. Dia melanjutkan, sebagian besar fasilitas isolasi di rumah sakit di Jakarta sudah mulai kehabisan tempat tidur, oleh karena itu diperlukan pembujuk untuk melakukan isolasi sendiri. Untuk 

menghindari kesalahpahaman atas keterbatasan kapasitas tempat tidur, asosiasi telah bekerja sama dengan rumah sakit untuk mendidik masyarakat tentang situasi tersebut. Selain itu, Kementerian Kesehatan juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit dengan merekrut lebih banyak perawat dan 

relawan dokter serta menyediakan obat-obatan dan fasilitas lain yang dibutuhkan untuk upaya pengendalian COVID-19. Pada hari Jumat, Menteri Kesehatan yang baru diangkat Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pemerintah memperkirakan peningkatan 20-40 persen kasus COVID-19 yang dikonfirmasi setelah liburan akhir tahun.

0 comments:

Post a Comment