Seputardalamberita:Tim ilmuwan Indonesia yang melakukan uji klinis fase tiga pada vaksin kandidat COVID-19 yang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi China Sinovac Biotech mengatakan bahwa uji coba masih berlangsung, meskipun uji coba serupa ditangguhkan di Brasil. Badan Pengawasan Kesehatan Nasional
Brasil melaporkan kejadian merugikan yang serius (SAE) pada 29 Oktober di peserta penelitian yang terlibat dalam uji coba fase tiga vaksin Sinovac, yang mengarah pada keputusan untuk menangguhkan uji coba di negara tersebut. Jeda dalam uji klinis adalah hal biasa dan juga terlihat sebelumnya dalam uji coba AGENDOMINO
fase tiga untuk kandidat vaksin AstraZeneca dan Johnson & Johnson. Dalam perkembangan terbaru, Sinovac pada hari Selasa merilis klarifikasi gangguan dalam uji coba fase tiga. “Kami telah memperhatikan beberapa laporan media. Setelah berkomunikasi dengan mitra Brasil, Institut Butantan,
kami mengetahui bahwa kepala Institut Butantan yakin bahwa SAE tidak terkait dengan vaksin. “Sinovac akan terus berkomunikasi dengan Brasil tentang masalah ini. Studi klinis di Brasil secara ketat dilakukan sesuai dengan persyaratan GCP [praktik klinis yang baik] dan kami yakin dengan keamanan vaksin, ”kata
Sinovac di situs resminya, sinovac.com. Juru bicara tim Universitas Padjadjaran (Unpad) Rodman Tarigan mengatakan uji coba di Indonesia yang melibatkan lebih dari 1.600 relawan tersebut belum menemukan SAE. Sementara itu, ketua tim Kusnandi mengatakan, seluruh relawan sudah menerima dosis pertama dan kedua calon vaksin.







0 comments:
Post a Comment