Seputardalamberita:Rumah Sakit Universitas Lampung (Unila) sedang menyiapkan fasilitas isolasi untuk membantu menangani pasien COVID-19 di provinsi tersebut. Pada tahap awal, rumah sakit diatur untuk menampung hingga 50 pasien asimtomatik dan mereka dengan gejala ringan. Namun, jika diperlukan, rumah sakit juga
siap menyiapkan lebih banyak ruang isolasi di masa mendatang. Menurut kompas.id, rumah sakit melengkapi fasilitas dengan tempat tidur, amenitas, dan persediaan air. Asep Sukohar, wakil rektor yang membidangi administrasi umum dan keuangan, mengatakan pihaknya mendukung penuh upaya
pemerintah daerah dalam menanggulangi virus corona. Ia melanjutkan, keputusan pemanfaatan RS Perguruan Tinggi sebagai fasilitas isolasi tambahan di provinsi itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Pemerintah Kota Bandar Lampung Badri Tamam. Pemprov juga sudah mendatangi gedung yang dituju
dan menyiapkan segala keperluan. “Semua kebutuhan pasien akan ditanggung oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung. Saat ini kami sedang melengkapi fasilitas, termasuk membawa tempat tidur, ”tambahnya. Rumah sakit universitas memiliki tiga gedung yang dapat digunakan sebagai fasilitas isolasi.
Gedung pertama yang memiliki empat lantai diharapkan siap menampung 50 pasien mulai pekan depan, kata Asep. Rumah sakit juga telah berkomitmen untuk menyiapkan dua bangunan tersisa jika kota melihat jumlah kasus yang lebih tinggi, tambahnya. Rumah sakit yang baru dibangun tersebut belum dibuka untuk AGENDOMINO
umum karena minimnya fasilitas penunjang, termasuk ventilator dan peralatan medis lainnya, serta hanya memungkinkan untuk segera digunakan sebagai fasilitas isolasi bagi pasien COVID-19 dengan gejala tidak ada dan gejala ringan. Lebih lanjut Asep mengatakan, Pemerintah Kota Bandar Lampung akan
segera menyediakan tenaga kesehatan dan petugas keamanan rumah sakit tersebut. Selain itu, pihak berwenang setempat juga telah meminta Fakultas Kedokteran Universitas Lampung untuk menurunkan tenaga medis ke rumah sakit tersebut. Pada tahun 2016, universitas menerima bantuan keuangan senilai Rp 74 miliar (US $ 5,24 juta) untuk membangun sekolah kedokteran tersebut.







0 comments:
Post a Comment