Seputardalamberita:Seorang pasien reaktif COVID-19, yang diidentifikasi hanya sebagai D, 22, telah melahirkan sendiri, dilaporkan tanpa bantuan tenaga medis di Rumah Sakit FL Tobing Sibolga di Sumatera Utara. Keluarga pasien mengkritik ketidaksiapan rumah sakit, mengatakan bahwa pasien yang berencana untuk menjalani operasi caesar akhirnya melahirkan secara alami. “Adik saya diabaikan. Setengah jam sebelum
melahirkan, tidak ada bantuan dari rumah sakit, '' tulis adik perempuan pasien, Putri Shalu Amelia, di akun Facebook-nya, Rabu. Putri mengatakan rumah sakit juga tidak segera membantu adiknya setelah dia melahirkan sampai dia mulai menangis dengan suara keras. Postingan Facebook tersebut menjadi viral
setelah menarik perhatian Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sibolga Jamil Zeb Tumori, yang mengaku terkejut dengan informasi tersebut. “Pasien sudah pulang karena trauma berada di rumah sakit. Dia berjuang selama 45 menit melahirkan tanpa bantuan medis, ”kata Jamil The Jakarta Post
pada hari Jumat. Direktur Rumah Sakit FL Tobing Sibolga Hotma Nauli Hutagalung membantah bahwa rumah sakit telah menelantarkan pasien, mengatakan bahwa tim medis membantu pasien tepat setelah tes cepatnya menunjukkan hasil yang reaktif. Dia dibawa ke ruang isolasi COVID-19 untuk operasi AGENDOMINO
persalinan yang direncanakan, tambah Hotma. Sayangnya, dokter yang menanganinya saat itu sedang melakukan operasi lagi. “Pasien diberi obat sebelum perawat meninggalkan ruangan. Ternyata saat itu dia
melahirkan, ”katanya seraya menambahkan bahwa pasien dan bayinya dalam keadaan sehat. Sekretaris Provinsi Sumatera Utara Sabrina menyatakan bahwa satuan tugas COVID-19 provinsi tersebut mengubah Rumah Sakit Haji Medan menjadi rumah sakit khusus untuk ibu dan anak yang terjangkit COVID-19.







0 comments:
Post a Comment