Monday, November 16, 2020

Jakarta mendesak agar pertemuan massal di tengah kekhawatiran lonjakan kasus COVID-19.


Seputardalamberita:
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD meminta pemerintah Jakarta untuk lebih menegakkan protokol kesehatan yang ada di tengah kekhawatiran kemungkinan lonjakan kasus COVID-19, terutama setelah pertemuan massal kontroversial yang diadakan oleh Front Pembela Islam (FPI). ) selama akhir pekan. Mahfud mengatakan, pemerintah sangat kecewa dengan laporan pelanggaran 

aturan jarak fisik di antara ribuan tamu yang menghadiri pernikahan publik ulama penentang dan putri pemimpin FPI Rizieq Shihab di Tanah Abang, Jakarta Pusat pada hari Sabtu. Dia mengklaim pemerintah sudah menginstruksikan Gubernur Jakarta Anies Baswedan untuk memastikan kepatuhan publik terhadap 

protokol COVID-19 di antara para tamu menjelang pernikahan. “Pemerintah sebenarnya mengingatkan Gubernur DKI Jakarta agar meminta penyelenggara acara memastikan kepatuhan terhadap protokol kesehatan,” kata Mahfud dalam jumpa pers, Senin. “Penegakan protokol kesehatan di Jakarta adalah 

tanggung jawab pemerintah ibu kota, sesuai dengan hierarki kekuasaan dan undang-undang.” Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa kerumunan besar hanya akan meningkatkan risiko penularan COVID-19 di antara masyarakat, oleh karena itu membatalkan upaya mitigasi pandemi bersama selama delapan bulan terakhir. Mereka yang sengaja berkumpul dalam jumlah besar namun juga mengabaikan 

protokol kesehatan bertindak sebagai "calon pembunuh" kelompok rentan, kata Mahfud. “Tokoh masyarakat dan tokoh agama diharapkan menjadi teladan dan menjadi panutan agar masyarakat taat pada protokol kesehatan,” ujarnya. Menanggapi pernyataan pemerintah pusat, Anies mengatakan, pihaknya AGENDOMINO 

melalui Kantor Walikota Jakarta Pusat sudah mengingatkan kepada penyelenggara acara untuk menerapkan protokol jarak fisik pada acara pernikahan publik yang sekaligus sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut. “Begitu kami menerima kabar tentang acara tersebut, kami 

secara proaktif mengingatkan [penyelenggara acara] tentang aturan yang ada,” kata Anies, mengklaim bahwa pihaknya akan segera mengambil tindakan terhadap mereka yang terbukti melanggar protokol 

kesehatan. Rizieq, yang kembali ke Indonesia Selasa lalu setelah kira-kira tiga tahun mengasingkan diri di Arab Saudi, sekali lagi mendapati dirinya menjadi subjek kontroversi, dengan kritik yang mengecam sikapnya yang angkuh terhadap tindakan jarak fisik.

0 comments:

Post a Comment