Sunday, November 1, 2020

Pemerintah mengatur logistik, sumber daya manusia untuk program vaksinasi: Satgas


Seputardalamberita:
Pemerintah Indonesia telah mempersiapkan logistik dan sumber daya manusia untuk putaran pertama program vaksinasi COVID-19 nasional yang direncanakan akan dimulai pada November atau Desember. Logistik penting untuk penggerak vaksinasi mencakup apa yang disebut rantai dingin, serangkaian 

peristiwa yang dikoordinasikan secara tepat dalam lingkungan dengan suhu terkontrol untuk menyimpan, mengelola, dan mengangkut vaksin agar dapat dikirimkan ke semua bagian dunia. Menurut gugus tugas COVID-19 nasional, Kementerian Kesehatan telah bekerja dengan baik dalam menyiapkan rantai dingin.

Persiapan rantai dingin di Indonesia sudah mencapai 97 persen, ”kata juru bicara Satgas Wiku Adisasmito dalam keterangannya, Kamis. Selain persiapan rantai dingin, pemerintah juga telah menyiapkan 739.722 tenaga medis serta 23.145 vaksinasi, khusus untuk ditempatkan di puskesmas dan rumah sakit nasional. 

Kami percaya bahwa program vaksinasi yang berhasil adalah program yang secara medis aman dan efektif, dan dipersiapkan secara menyeluruh. Kami berharap masyarakat bersabar sambil menunggu vaksinasi bergulir. Sementara itu, tolong terus pakai masker, cuci tangan dan latihan jarak fisik, ”kata 

Wiku. Juru bicara itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa pemerintah masih menunggu hasil dari uji coba tahap akhir vaksin COVID-19 untuk memastikan keamanannya, mendeteksi kemungkinan efek samping dan memutuskan dosis yang tepat. Pemerintah masih menunggu hasil [uji coba vaksin] tahap AGENDOMINO

ketiga, yang selanjutnya perlu diserahkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan [BPOM] untuk dianalisis lebih lanjut, ”tambah Wiku. Satgas telah mendesak pemerintah daerah untuk meningkatkan upaya pengujian mereka dan telah memohon kepada orang-orang untuk memeriksakan diri di fasilitas kesehatan segera setelah mereka merasakan gejala COVID-19. Pekan lalu, 

menginstruksikan kabinetnya untuk memastikan keamanan dan efektivitas vaksin COVID-19 untuk digunakan dalam program vaksinasi nasional. Kedua masalah itu menjadi perhatian utama para ahli dan publik, katanya. “Aman artinya semua vaksin yang diberikan kepada masyarakat harus melalui 

serangkaian uji klinis yang layak,” kata Presiden dalam rapat terbatas Kabinet di Istana Merdeka pada 26 Oktober. “Karena kalau tidak - kalau ada satu masalah - akan menciptakan ketidakpercayaan publik dalam upaya vaksinasi

0 comments:

Post a Comment