Sunday, November 1, 2020

Perawat kami kelelahan. Asosiasi meminta pemerintah membatasi jam kerja


Seputardalamberita:
Delapan bulan setelah pandemi COVID-19, pekerja garis depan menanggung beban wabah dan mulai menderita kelelahan, kata asosiasi perawat. “Perawat kami kelelahan karena pandemi sudah berlangsung cukup lama,” kata Ketua Persatuan Perawat Nasional (PPNI) Lampung Dedy Afrizal, Jumat, seperti 

Karena itu, dia meminta pemerintah serius memberlakukan batasan ketat jam kerja perawat. Dia mengungkapkan meski pemerintah telah mengubah jam kerja perawat, dari delapan jam per shift menjadi empat jam, kebijakan tersebut tidak berlaku di semua daerah. “Kita juga perlu mengevaluasi dan 

berkoordinasi di daerah karena risiko besar yang ditimbulkan akibat berjam-jam menangani pasien COVID-19 juga akan berdampak pada kesejahteraan [mental] perawat dan prestasi kerja,” ujarnya. Ia menambahkan jika perawat menjadi tidak berdaya karena kelelahan, seluruh komunitas akan terpengaruh. 

Bayangkan delapan jam terus-menerus bekerja dengan pakaian pelindung. Oleh karena itu, pemerintah harus menerapkan [shift kerja empat jam] secara ketat. ” Sari, perawat berusia 28 tahun yang bekerja di sebuah rumah sakit di Kalimantan Selatan, mengungkapkan bahwa ia masih bekerja shift delapan jam AGENDOMINO

sehari karena minimnya tenaga kesehatan di provinsi tersebut. "Kami masih bekerja delapan jam, baik perawat yang ditugaskan di bangsal umum maupun di bangsal COVID-19," ujarnya seperti dikutip  Ia mengaku khawatir setiap pulang kerja karena tinggal bersama orang-orang yang 

rentan terhadap penyakit yang sangat mudah menular seperti COVID-19. "Saya tinggal dengan seorang bayi dan beberapa orang tua di rumah.” Meski ada kendala, Dedy berharap tenaga kesehatan di seluruh Indonesia dapat melanjutkan tugasnya secara profesional. “Tetap semangat. Profesi ini sudah kami pilih, 

semoga kami semua bisa menjaga semangat menjalankan tugas dengan ikhlas dan penuh profesionalisme. Selain itu, PPNI meminta kepada masyarakat untuk membantu meringankan beban perawat dengan mengikuti protokol 3M 

0 comments:

Post a Comment