Seputardalamberita:ISIS mengaku bertanggung jawab pada Selasa atas serangan mematikan di Wina, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan melalui Kantor Berita Amaq bersama dengan gambar dan video yang dimaksudkan untuk menunjukkan pria bersenjata itu. Gambar yang dirilis di Telegram menunjukkan
seorang pria berjanggut yang diidentifikasi sebagai "Abu Dagnah Al-Albany". Pernyataan yang menyertainya mengatakan dia telah menyerang kerumunan di Wina tengah pada hari Senin dengan pistol dan senapan mesin sebelum ditembak mati oleh polisi. Dalam foto tersebut, Albany membawa pistol,
senapan mesin dan parang serta mengenakan cincin bertuliskan kalimat "Muhammad adalah utusan Allah". Amaq memposting video dari Albany beberapa menit kemudian di mana dia mengaku setia kepada pemimpin ISIS Abu Ibrahim al-Hashemi al-Quraishi. Dia berbicara bahasa Arab di video ituAGENDOMINO.
Albany biasanya digunakan untuk menyebut seseorang yang berasal dari Albania. Pernyataan itu tidak mengidentifikasi pria itu dengan nama lain. Pejabat Austria telah mengidentifikasi penyerang sebagai Kujtim Fejzulai, seorang warga negara ganda Austria dan Makedonia Utara, yang telah dijatuhi hukuman
22 bulan penjara pada April 2019 karena berusaha melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Pria bersenjata itu, yang dibunuh oleh polisi beberapa menit setelah melepaskan tembakan di bar yang ramai, telah dibebaskan dari penjara kurang dari setahun yang lalu.







0 comments:
Post a Comment