Seputardalamberita:Seorang pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit paru Ario Wirawan di Salatiga, Jawa Tengah, dilaporkan telah meninggalkan fasilitas tersebut. Pasien yang diidentifikasi sebagai pria berusia 68 tahun itu merupakan warga Kecamatan Blotongan di Kabupaten Sidorejo, Salatiga. Kepala perawatan medis Ario Wirawan Hasto Nugroho mengatakan pasien telah dirawat pada hari Jumat. Secara umum kondisi
pasien sudah stabil karena sudah tidak memakai infus. Sabtu itu, pasien sedang menunggu hasil rontgen dan tes darahnya. Namun, sore harinya, kami mengetahui bahwa dia sudah tidak ada lagi di kamarnya,”tambahnya. Hasto melanjutkan, pasien akan segera keluar dari rumah sakit karena dokter sudah menerima hasil tes polymerase chain reaction (PCR) keduanya. Dalam penanganan kasus tersebut,
pihak rumah sakit berkoordinasi dengan panitia penanganan COVID-19 Salatiga dan pemulihan ekonomi, Dinas Kesehatan Salatiga serta Polres Salatiga. “Kami juga sudah berkomunikasi dengan keluarga pasien karena saat ini kami belum tahu keberadaannya. Kami berharap pasien bisa menyelesaikan AGENDOMINO
pengobatannya, ”kata Hasto mengimbau seluruh pasien COVID-19 tetap bersabar selama menjalani pengobatan. Secara terpisah, psikiater di Rumah Sakit Daerah (RSD) Dr. Koesnadi Bondowoso Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengakui, pasien COVID-19 yang mengungsi dari rumah sakit menjadi salah
satu tantangan yang dihadapi petugas kesehatan. Psikiater Dewi Prisca Sembiring mengatakan tidak mudah menangani pasien COVID-19 yang juga bergumul dengan penyakit jiwa. "Pasien COVID-19 terbaru kami menderita penyakit mental, jadi itu cukup rumit," katanya, Rabu. Dia menjelaskan bahwa
keduanya menderita skizofrenia dan perawatan mereka sulit karena ruang isolasi rumah sakit yang terbatas. “Kami memindahkan salah satu pasien ke fasilitas lain, tapi kemudian mereka melarikan diri,” katanya, seraya menambahkan bahwa pasien masih berseliweran. Di rumah sakit, pasien COVID-19
pertama kali ditempatkan di bawah perawatan ahli paru atau internis. Namun, segera setelah spesialis tersebut mengetahui bahwa pasien memiliki masalah kesehatan mental, mereka akan berkonsultasi dengan psikiater.







0 comments:
Post a Comment