Wednesday, November 11, 2020

Coronavirus berarti bekerja dari rumah bagi banyak orang. Tetapi beberapa orang mengatakan itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.


Seputardalamberita:
Dua minggu pertama bekerja dari jarak jauh adalah kebahagiaan profesional bagi Yesiska Putri, seorang supervisor proyek berusia 24 tahun di sebuah perusahaan teknologi digital di Jakarta. Meskipun ada kekhawatiran yang meningkat atas pandemi virus korona baru, timnya telah melewati setiap tugas dari 

rumah, tampaknya diberdayakan oleh pembebasan dari ruang kantor konvensional. “Kami telah bekerja dari rumah selama hampir empat minggu sekarang. Saya merasa sangat optimis selama paruh pertama itu karena produktivitas di antara anggota tim saya sepertinya hanya meningkat, AGENDOMINO

Namun, apa yang awalnya merupakan situasi kerja yang ideal, secara bertahap berubah menjadi kebiasaan yang tampaknya tak terhindarkan. Setelah bekerja di dalam kungkungan rumahnya selama dua minggu, 

kecemasan mulai muncul. "Setelah dua minggu, saya menjadi cemas dan bosan. Saya juga merasa kurang berenergi dari biasanya karena saya selalu terkurung di rumah, "katanya, seraya menambahkan bahwa bekerja selama masa karantina sendiri juga mulai memengaruhi kesehatan fisiknya.

0 comments:

Post a Comment