Seputardalamberita:Satuan tugas COVID-19 nasional mengkonfirmasi 5.444 kasus baru pada hari Jumat, dua minggu setelah liburan akhir pekan panjang bulan Oktober. Ini adalah pertama kalinya kasus COVID-19 harian melampaui 5.000. Menyusul lonjakan kasus COVID-19, Ketua Satgas Doni Monardo mengatakan akan
mengevaluasi dampak libur terhadap peningkatan kasus baru. “Satgas masih mengevaluasi perkembangan [kasus COVID-19] hingga pekan depan,” kata Doni dalam jumpa pers, Minggu, seperti dikutip antaranews.com. Doni menjelaskan, evaluasi tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah masyarakat
telah mematuhi protokol kesehatan selama libur panjang. Berdasarkan data Satgas, RS Gawat Darurat pasien COVID-19 bekas perkampungan atlet di Jakarta Pusat mengalami peningkatan jumlah pasien yang cukup besar. “Saat ini tingkat okupansi tower 6 dan 7 53 persen, [sebelumnya] hanya 32 persen. Mudah-AGENDOMINO
mudahan tidak mencapai 90 persen seperti September, '' kata Koordinator Rumah Sakit Ratmono, seperti dikutip tribunnews.com, mengacu pada lonjakan kasus COVID-19 pasca libur panjang Agustus. Sebelumnya, Indonesia mencatatkan peningkatan rata-rata harian dan mingguan antara 69 hingga 93
persen kasus baru COVID-19, 10 hingga 14 hari setelah libur panjang Idul Fitri. Demikian pula, 10 hingga 14 hari setelah akhir pekan Hari Kemerdekaan yang panjang dari 20 hingga 23 Agustus, Indonesia
mengalami lonjakan antara 58 dan 118 persen dalam rata-rata harian dan mingguan kasus baru COVID-19. Doni mengatakan jika satuan tugas melihat peningkatan 90 persen kasus baru minggu ini, satuan tugas akan merekomendasikan pemerintah mempersingkat atau membatalkan liburan akhir tahun mendatang.







0 comments:
Post a Comment