Saturday, November 28, 2020

Indonesia mencatat rekor harian dengan 5.828 kasus COVID-19 baru, 169 kematian


Seputardalamberita:
Indonesia mencatat rekor harian lain dalam infeksi dan kematian akibat virus korona pada hari Jumat ketika satuan tugas COVID-19 nasional mengkonfirmasi 5.828 kasus baru dan 169 kematian baru selama 24 jam terakhir. Negara itu baru saja memecahkan rekor kasus harian sebelumnya pada Rabu dengan 5.534 kasus baru. Sementara itu, kematian tertinggi dalam sehari sebelumnya terjadi pada 22 September, 

ketika negara itu melaporkan 160 kematian baru. Angka COVID-19 hari Jumat menambah penghitungan menjadi 522.581 kasus dan 16.521 kematian secara nasional. Satgas juga mengumumkan bahwa 3.807 orang lainnya telah pulih pada hari Jumat, sehingga penghitungan menjadi 437.456 pemulihan. Artinya, 

masih ada 68.604 kasus aktif di Tanah Air. Jakarta masih memiliki kasus terbanyak di tingkat regional dengan 1.436 kasus baru, disusul Jawa Tengah 963, Jawa Barat 699, Jawa Timur 428, dan Banten 191 kasus baru. Di luar Jawa, Riau dan Sumatera Barat masing-masing mencatat 261 dan 239 kasus baru, 

sedangkan Kalimantan Timur mencatat 165 kasus, Lampung 157 dan Sulawesi Utara, Selatan dan Tenggara mencatat 152, 141 dan 102 kasus baru.AGENDOMINO

Jawa Tengah menyusul Jawa Timur dengan jumlah kematian tertinggi selama 24 jam terakhir dengan mencatat 51 kematian lebih, sehingga total menjadi 2.248. Sedangkan di Jawa Timur tercatat 39 kematian baru dengan total 4.314 korban jiwa. Di Jakarta, 15 lebih orang telah meninggal karena penyakit tersebut, 

menjadikan total korban tewas di ibu kota adalah 2.607. Namun, menurut situs web Jawa Tengah, ada 77 kematian baru selama 24 jam terakhir, sehingga total kematian menjadi 3.537 dan dengan demikian menyajikan kesenjangan lebih dari 1.000 kematian dengan data pemerintah pusat. Kepala Dinas 

Kesehatan Provinsi, Yulianto Prabowo, mengatakan kepada media baru-baru ini bahwa ketidaksesuaian ini disebabkan oleh proses pembersihan data pemerintah pusat dan dengan demikian "tidak boleh dilihat sebagai masalah". Beberapa wilayah telah melaporkan peningkatan tingkat hunian tempat tidur 

COVID-19 setelah akhir pekan panjang yang diamati di negara itu pada akhir Oktober dan beberapa pelanggaran pertemuan massal baru-baru ini.

0 comments:

Post a Comment