Seputardalamberita:Kematian Andrianto Purnawan selaku ketua tim percepatan partisipasi masyarakat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk penanggulangan COVID-19 baru-baru ini menambah jumlah tenaga medis yang mengidap virus corona. Andrianto meninggal dunia pada usia 38 tahun pekan lalu di Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya, Jawa Timur, setelah dirawat selama sekitar 15 hari karena COVID-19. Berasal dari Malang, Jawa Timur, penempatan terakhir Andrianto adalah di RSUD Soeradji Tirtonegoro di Klaten, Jawa Tengah. “Mohon doanya dan maafkan Dr. Andrianto Purnawan,” kata juru
bicara IDI Halik Malik seperti dikutip antaranews.com, Kamis. Halik mengatakan, Andrianto yang aktif di gugus tugas COVID-19 asosiasi, juga terlibat langsung dalam pengumpulan dana untuk alat kesehatan pelindung dari berbagai pihak dan menggalakkan upaya pencegahan virus corona melalui tulisan dan diskusi online. Ia menambahkan, Andrianto memang sudah lama dikenal aktif di lembaga
kesehatan mahasiswa muslim dan berbagai bakti sosial kebencanaan di Indonesia. “Benar-benar kerugian besar bagi kita semua,” kata Halik. Awal bulan ini, tim mitigasi asosiasi mengumumkan bahwa total 282 pekerja medis telah meninggal karena COVID-19. “Mereka terdiri dari 159 dokter, sembilan dokter gigi dan 114 perawat,” kata ketua tim mitigasi asosiasi, Adib Khumaidi, seperti dikutip AGENDOMINO
belum lama ini. Adib mengatakan, para dokter tersebut termasuk 84 dokter umum, 73 dokter spesialis dan dua residen. Mereka berasal dari 20 provinsi dan 71 kota / kabupaten. Berdasarkan provinsi, lanjutnya, Jawa Timur paling banyak kalah dengan 36 dokter, disusul DKI Jakarta 26 orang, Sumatera Utara 24, Jawa Barat 12, dan Jawa Tengah 11. Selama pandemi saat ini, tenaga medis merupakan
pahlawan dalam arti sebenarnya. kata. Mereka berani dan kuat di saat ketakutan, ”kata Adib. Menanggapi hal tersebut, Dewan Dokter Indonesia (KKI) dikabarkan telah mengumumkan komitmennya untuk mempercepat regulasi terkait penciptaan tenaga medis baru untuk memenuhi
kebutuhan tersebut. “Kami akan berupaya mempercepat regulasi untuk melahirkan dokter, dokter gigi, dan dokter spesialis baru agar kebutuhan tersebut terpenuhi,” kata Ketua KKI Putu Moda Arsana. KKI akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, dan
asosiasi rumah sakit akademik untuk membahas masalah tersebut, tambahnya. Ia mengatakan saat ini terdapat sekitar 230.000 dokter dan dokter gigi - terdiri dari 149.231 dokter umum, 42.528 dokter spesialis, 34.466 dokter gigi, dan 4.480 dokter gigi spesialis. Koordinasi Manusia







0 comments:
Post a Comment