Friday, October 16, 2020

Rusia menawarkan akses vaksin Sputnik V untuk COVID-19 kepada Indonesia


Seputardalamberita:
Pemerintah Rusia secara resmi telah menawarkan kepada pemerintah Indonesia untuk penggunaan dan pengembangan lebih lanjut vaksin virus corona, Sputnik V, yang saat ini dalam uji klinis Tahap III. Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva mengatakan, pemerintahnya telah menghubungi 

Kementerian Kesehatan tentang kemungkinan distribusi dan penggunaan vaksin Sputnik V dan saat ini menunggu tanggapannya. "Kami mengirim surat ke kementerian pada 17 September. Kami masih menunggu tanggapan," kata Vorobieva dalam wawancara dengan The Jakarta Post, Kamis. Sputnik V 

adalah vaksin yang dikembangkan oleh lembaga penelitian Gamaleya bekerja sama dengan kementerian pertahanan Rusia. Ini didasarkan pada vaksin yang terbukti melawan adenovirus - flu biasa. Vaksin ini diharapkan dapat memberikan kekebalan dari SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19, hingga dua 

tahun, menurut kementerian kesehatan Rusia. Lebih dari 44.000 orang telah mengambil bagian dalam uji klinis Sputnik V. Platform yang digunakan untuk vaksin tersebut dikembangkan oleh para ilmuwan Rusia selama 20 tahun dan telah menjadi dasar untuk beberapa vaksin di masa lalu, termasuk yang melawan AGENDOMINO 

Ebola. Vaksin Gamaleya didasarkan pada teknologi yang mirip dengan prototipe vaksin virus corona yang dikembangkan oleh CanSino, sebuah perusahaan pembuat vaksin China. Sebelumnya, Vorobieva mengatakan setelah uji klinis Fase III selesai, langkah pertama adalah membuat vaksin tersedia di pasar 

Indonesia. Pemerintah Rusia juga mengharapkan uji klinis vaksin dapat dimulai di Indonesia, yang memungkinkan pendaftarannya ke otoritas kesehatan di negara tersebut. Sejauh ini, 44.000 orang telah 

AGENPOKER 

mengambil bagian dalam uji klinis vaksin di seluruh dunia, termasuk Presiden Rodrigo Duterte dari Filipina, yang disuntik pada Mei tahun ini. Rusia telah melakukan promosi penjualan ke negara-negara di 

seluruh dunia, dan mengklaim bahwa negara-negara dengan lebih dari 50 persen populasi dunia telah menyatakan minatnya pada Sputnik V

0 comments:

Post a Comment