Seputardalamberita:Perusahaan induk farmasi milik negara PT Bio Farma telah dipilih untuk bekerja dengan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI) sebagai produsen potensial untuk vaksin COVID-19. Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, CEPI akan menggunakan fasilitas perusahaan, yang
dikatakan mampu memproduksi hingga 100 juta dosis vaksin COVID-19 setahun setelah dikembangkan. Produksi diharapkan bisa dimulai antara kuartal keempat 2021 hingga kuartal pertama 2022. “CEPI hanya bermitra dengan produsen vaksin yang memenuhi standar mereka, salah satunya Bio Farma,” kata Honesti
dalam keterangannya, Kamis. CEPI adalah kemitraan global yang melibatkan organisasi publik, swasta, dan filantropi. Ini bertujuan untuk mengatasi epidemi melalui pengembangan vaksin. Melalui program tanggapan COVAX-nya, koalisi tersebut bertujuan untuk mengirimkan 2 miliar dosis vaksin COVID-19 AGENDOMINO
potensial pada akhir tahun 2021 ke negara-negara mitranya. Koalisi global memilih Bio Farma setelah uji tuntas pada bulan September, di mana CEPI mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam mengembangkan vaksin, termasuk produksi, analisis laboratorium, dan sistem informasi teknologi.
Honesti mengatakan kemitraan tersebut tidak akan mengganggu operasional sehari-hari perseroan. Ia juga menyampaikan harapannya agar kerja sama dengan CEPI dapat melampaui penelitian vaksin COVID-19,
dengan Bio Farma dapat mengakses teknologi manufaktur yang lebih maju. Bio Farma adalah salah satu dari 29 produsen vaksin di dunia yang telah mendapatkan prakualifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia
untuk praktek manufaktur yang baik. Perusahaan farmasi sebelumnya memproduksi vaksin polio oral tipe 2, yang telah digunakan di sekitar 150 negara.







0 comments:
Post a Comment