Seputardalamberita:Otoritas keamanan telah mengerahkan 18.000 personel untuk meningkatkan keamanan di tengah protes yang berkelanjutan terhadap Undang-Undang Penciptaan Kerja yang kontroversial oleh mahasiswa di Jakarta Pusat pada hari Jumat. Sebanyak 8.000 personel Kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI),
dan Satpol PP DKI Jakarta dikerahkan untuk menjaga Istana Negara, sementara sekitar 10.000 personel Polda Metro Jaya berjaga di kawasan Monumen Nasional (Monas) untuk mengantisipasi terjadinya eskalasi. dari protes. "Sebuah pasukan gabungan militer juga telah dikerahkan untuk mengamankan aksi
tersebut," juru bicara Polda Metro Jaya Kombes. Yusri Yunus mengatakan, Jumat, seperti dikutip kompas.com. Asosiasi Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM SI) kembali menggelar protes terhadap undang-undang ketenagakerjaan pada hari Jumat. Protes dimulai pukul 1 siang. Di AGENDOMINO
seberang Istana Negara, kata koordinator BEM SI Remy Hastian. Remy mengatakan mahasiswa akan mendesak Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk mengeluarkan peraturan pengganti undang-undang (Perppu) untuk mencabut undang-undang ketenagakerjaan yang sangat kontroversial, yang dikritik oleh
publik dan ahli sebagai cacat hukum, pelanggaran hak asasi manusia. dan untuk membahayakan lingkungan. Untuk mencegah pengunjuk rasa memasuki istana, polisi mendirikan pembatas dan memblokir akses di sepanjang Jl. Medan Merdeka Barat dan di patung Arjunan Wiwaha. Direktorat Lalu
Lintas Polda Metro Jaya juga telah menutup akses lalu lintas di sekitar Jl. Merdeka Barat, Harmoni, Veteran 3 dan Gambir sejak Kamis malam. Hal itu juga mengalihkan arus kendaraan di sekitar Istana
Negara untuk mengurangi kemacetan lalu lintas selama aksi protes. Saat mahasiswa terus melakukan aksi unjuk rasa di dekat Istana Negara di Jakarta, Presiden Jokowi berada di Istana Bogor, Jawa Barat untuk menerima tamu dan menteri pada hari Jumat.







0 comments:
Post a Comment