Saturday, October 10, 2020

Protes, bentrokan, penangkapan terus berlanjut di tengah kemarahan hukum ketenagakerjaan


Seputardalamberita:
Bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi berlanjut untuk hari ketiga pada hari Jumat, ketika kota-kota di seluruh negeri menyaksikan kemarahan publik atas pengesahan Undang-Undang Penciptaan Kerja dan pengamat menyuarakan keprihatinan tentang perlakuan terhadap tahanan. Di Bandung, Jawa Barat, polisi 

menahan sedikitnya 200 orang dalam bentrokan pada Rabu, banyak di antaranya kemudian dibebaskan. Tetapi sekitar 20 orang masih berjuang untuk mendapatkan bantuan hukum pada hari Jumat. “Kami belum diberi akses bantuan hukum. Mereka ditahan karena memiliki senjata tajam dan bom molotov, ”kata 

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Bandung (LBH Bandung) Lasma Natalia, Jumat. Setelah protes Kamis, setidaknya 89 lainnya ditahan di Polres Bandung Pusat, sementara setidaknya 100 lainnya ditahan di Mabes Polri Bandung, kata Lasma. Di Yogyakarta, polisi menangkap 95 orang dalam aksi unjuk rasa AGENDOMINO

rusuh melawan UU Ketenagakerjaan di depan Gedung DPRD Yogyakarta, Kamis. Empat orang didakwa dengan KUHP karena diduga merusak pos polisi di ujung jalan perbelanjaan terkenal, Jl. Malioboro. Mereka yang tidak dituntut dibebaskan pada Jumat sore. Direktur LBH Yogyakarta Yogi Zul Fadhli 

mengkritik polisi karena tidak mengizinkan keluarga dan pengacara mengunjungi para demonstran setelah mereka ditangkap, dengan mengatakan itu melanggar hak asasi manusia. Di Malang, Jawa Timur, polisi menangkap sedikitnya 129 orang dalam aksi kekerasan yang terjadi di sekitar alun-alun Tugu Malang 

AGENPOKER 

pada Kamis, yang menyebabkan sedikitnya delapan kendaraan rusak. Kapolres Malang Kombes. Leonardus Simarmata mengatakan sebagian pengunjuk rasa datang dari luar Malang, antara lain Jombang, 

Banyuwangi, dan Pasuruan. Delapan belas polisi mendapat perawatan medis di RS Saiful Anwar Malang karena luka ringan.

0 comments:

Post a Comment