Seputardalamberita:Midshalimah, 21, seorang pengungsi Rohingya yang termasuk di antara ratusan yang tiba di Aceh pada Senin pagi, dilaporkan meninggal karena beberapa penyakit pernapasan. Kepala Humas Kota Lhokseumawe Marzuki mengatakan pada hari Rabu bahwa Midshalimah mengeluh sesak napas saat
mendarat di Pantai Ujong Blang di Lhokseumawe tepat setelah tengah malam. Dia dan yang lainnya dibawa ke penampungan sementara di Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Mee, Kecamatan Muara Dua, Aceh Utara. “Dia sempat berobat di sana, sebelum dirawat di RSUD Cut Meutia Aceh Utara dengan
ambulans. Dia meninggal di rumah sakit, Midshalimah dimakamkan di pemakaman umum Kuta Blang di Lhokseumawe, tambahnya. Midshalimah dan 296
pengungsi Rohingya lainnya dilaporkan telah melaut selama enam bulan sebelum tiba di Aceh pada hari Senin. Mereka ditemukan oleh nelayan lokal beberapa kilometer di lepas pantai Lhokseumawe.AGENDOMINO
Seorang anak berusia 13 tahun juga dilaporkan sakit hari itu dan dibawa ke rumah sakit dengan ambulans. Kedatangan mereka pada hari Senin datang menyusul lebih dari 100 pengungsi Rohingya yang
diselamatkan oleh nelayan Aceh pada akhir Juni, setelah pihak berwenang Indonesia awalnya mengancam akan mendorong mereka kembali. Melarikan diri dari penganiayaan di Myanmar dan kamp pengungsi di
Bangladesh, pengungsi Rohingya selama bertahun-tahun naik perahu dalam upaya untuk mencari perlindungan di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Direktur Eksekutif Amnesty International
Indonesia Usman Hamid mendesak pemerintah untuk memastikan para pengungsi mendapatkan makanan yang cukup, tempat tinggal dan layanan kesehatan penting, serta perlindungan dari infeksi COVID-19.
“Pengungsi Rohingya masih rela mempertaruhkan segalanya demi keselamatan. Kesaksian mereka, sekali lagi, menunjukkan betapa berbahayanya perjalanan perahu ini. Korban mengatakan puluhan di antara
kelompok itu telah meninggal, ”kata Usman, Senin. “Mengerikan bahwa pihak berwenang Indonesia menunggu nelayan lokal berinisiatif melakukan penyelamatan ini. Seharusnya pemerintah, bukan perorangan, menyelamatkan nyawa ini.







0 comments:
Post a Comment