Seputardalamberita:Pemerintah mengklaim, pengembangan vaksin kandidat COVID-19 lokal sudah mencapai 50 persen dan akan siap untuk uji klinis pada manusia awal tahun depan. Konsorsium nasional yang dipimpin oleh
Kementerian Riset dan Teknologi saat ini sedang mengembangkan vaksin “Merah Putih”, dinamai sesuai dengan bendera merah-putih ikonik negara. “Kami menargetkan proses uji coba hewan selesai akhir tahun
ini,” kata Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro dalam jumpa pers online, Rabu. Ia menambahkan, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, yang ditunjuk sebagai ujung tombak pengembangan AGENDOMINO
vaksin, berupaya menyerahkan benih vaksin yang sudah jadi kepada perusahaan induk farmasi negara PT Bio Farma untuk uji klinis mulai Januari tahun depan.
Bambang mengatakan negara membutuhkan setidaknya 540 juta dosis vaksin untuk 270 juta warga Indonesia. Studi awal menunjukkan bahwa setiap orang membutuhkan setidaknya dua suntikan vaksin
untuk kebal terhadap virus corona. Konsorsium nasional telah membuka peluang setidaknya tiga perusahaan farmasi swasta untuk memproduksi vaksin guna mengamankan pasokan. “Namun, masih perlu
izin dari BPOM dan menyiapkan lini produksi yang khusus diperuntukkan bagi vaksin Merah Putih,” kata Bambang.







0 comments:
Post a Comment