Seputardalamberita:Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah mengonfirmasi kematian lima dokter lagi karena COVID-19, sehingga jumlah total menjadi 114 sementara juga mendesak pemerintah untuk memberikan perlindungan yang lebih baik kepada petugas medis yang berjuang di garis depan pandemi yang sedang berlangsung. “Dua
hari lalu, 109 dokter [meninggal karena COVID-19). Dua dokter lagi meninggal kemarin [Jumat] dan tiga lainnya meninggal hari ini, ”kata ketua tim mitigasi IDI Adib Khumaidi pada Sabtu saat diskusi virtual. Ia mengatakan, Jatim mencatatkan kematian dokter tertinggi dengan 29, disusul Sumatera Utara dengan 21.
Sebanyak karena 55 dokter, atau sekitar 50 persen dari penghitungan, adalah dokter umum dan sisanya adalah spesialis, tambahnya. Adib menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan IDI, tidak semua dokter tertular di ruang perawatan atau isolasi. Ia mencontohkan seorang dokter ortopedi yang terkena penyakit
pernapasan saat mengoperasi pasien yang belakangan diketahui positif COVID-19. IDI telah berkoordinasi dengan satuan tugas COVID-19 Nasional untuk mengangkat masalah perlindungan bagi petugas medis. “Keamanan sangat penting karena kami tidak tahu kapan COVID-19 akan berakhir,”AGENDOMINO
katanya. “Saya berharap dapat membangun komitmen dengan pemerintah karena kami [pekerja medis] ingin dilindungi.” IDI juga memastikan sembilan dokter gigi telah meninggal akibat COVID-19 pada awal September, selain 70 perawat, seperti dilansir Persatuan Perawat Indonesia (PPNI). Sebelumnya, juru
bicara IDI Halik Malik mengatakan, meningkatnya kasus COVID-19 di Tanah Air berdampak pada kesejahteraan dan kinerja tenaga medis. Survei terbaru oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
(UI) juga mengungkapkan bahwa 82 persen petugas kesehatan di seluruh negeri menderita kelelahan. Pada hari Jumat, otoritas kesehatan mengumumkan 3.737 kasus COVID-19 baru yang dikonfirmasi di
negara itu, menjadikan penghitungan nasional di 210.940 dengan 8.544 kematian dan lebih dari 150.000 pemulihan.







0 comments:
Post a Comment