Friday, August 14, 2020

Petani Karo menderita kerugian Rp 41,8 miliar karena Mt. Letusan Sinabung

Seputardalamberita:Para petani di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menderita kerugian hingga Rp 41,8 miliar (US $ 2,8 juta) karena tanaman mereka sangat dipengaruhi oleh abu vulkanik dari letusan Gunung Sinabung, kata Kepala Dinas Pertanian Karo Metehsa Karo-Karo.

Metehsa mengatakan, kerugian tersebut dihitung setelah melakukan penilaian tanaman yang rusak pada lahan 1.438 hektar di beberapa kabupaten, seperti Namanteran, Merdeka, Berastagi, dan Dolat Rayat.

Sebanyak 23 jenis komoditas hortikultura mengalami kerusakan akibat paparan abu vulkanik dari Gn. Sinabung. Total kerugian mencapai Rp 41,8 miliar, ”kata Metehsa kepada The Jakarta Post, Kamis.

Gunung berapi itu meletus beberapa kali pada hari Kamis, dan lebih banyak letusan terjadi lagi pada hari Jumat dengan salah satunya menghasilkan kolom abu setinggi 2.100 m, menurut Pusat Mitigasi Bencana Vulkanologi dan Geologi (PVMBG).AGENDOMINO

Metehsa menambahkan, komoditas yang rusak antara lain cabai merah, tomat, kentang, kubis, kembang kol, kubis napa, buncis, dan cabai rawit. Di antara komoditas tersebut, cabai merah paling banyak mengalami kerugian dengan total kerugian Rp 12 miliar. Dia khawatir para petani akan kehilangan lebih banyak karena gunung masih meletus.

Petani Peraturen Sembiring termasuk yang terkena dampak letusan tersebut. Petani berusia 46 tahun itu harus membersihkan abu vulkanik dari produksinya menyusul letusan Kamis.

AGENPOKER

Meskipun beberapa produk bisa diselamatkan, Peraturen mengatakan dia kehilangan banyak hasil panen karena mereka sangat terpengaruh oleh abu.

Saya berencana menanam kembang kol di ladang pagi ini, tapi letusan terjadi sebelum saya melakukannya. Debu vulkanik menerpa sawah, tanaman rusak jadi saya tidak bisa panen, ”kata petani.

Peraturen lebih lanjut mengatakan dia telah kehilangan sekitar 4.000 kembang kol karena abu. Total kerugiannya mencapai Rp 10 juta setelah letusan.

0 comments:

Post a Comment