Wednesday, January 13, 2021

Sistem penerbangan jet Sriwijaya Air yang jatuh berfungsi saat terjadi benturan


Seputardalamberita:
Investigasi awal oleh Komisi Keselamatan Transportasi Nasional (KNKT) menunjukkan pada hari Selasa bahwa sistem penerbangan pesawat jet Boeing 737-500 dengan 62 orang di dalamnya yang jatuh di laut lepas Jakarta berfungsi selama dampak. Data Sriwijaya Air Flight 182 yang tercatat hingga pesawat turun 

hingga ketinggian 250 kaki (76,3 meter) di atas permukaan air sebelum kecelakaan pada hari Sabtu "menunjukkan bahwa sistem penerbangan berfungsi dan dapat mengirimkan data," menurut Soerjanto Tjahjono , Ketua KNKT. “Berdasarkan hal tersebut, kami menduga mesin masih berfungsi sesaat sebelum 

jatuh ke laut,” tambahnya. Kepala dewan keamanan juga mengatakan data lapangan telah menunjukkan potongan-potongan reruntuhan pesawat yang ditemukan oleh penyelamat hanya menutupi area seluas 40 kilometer persegi, mendukung "hipotesis kami bahwa pesawat tidak meledak saat menyentuh air." 

Pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Sukarno-Hatta Jakarta pada pukul 14:36. Sabtu, menuju Pontianak ibu kota provinsi Kalimantan Barat, dan semenit kemudian diminta naik ke ketinggian 29.000 kaki. Namun, pada pukul 14:40. Pengawas lalu lintas udara bertanya kepada pilot mengapa pesawat itu 

mengarah ke barat laut, bukan pada jalur yang diharapkan. Beberapa detik kemudian, benda itu menghilang dari radar. Situs web pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan bahwa setelah lepas landas, pesawat naik ke ketinggian 10.900 kaki dalam waktu sekitar empat menit, tetapi kemudian turun 

tajam selama 21 detik berikutnya, dengan data terakhir yang diterima menempatkannya pada 250 kaki dari permukaan air.

0 comments:

Post a Comment