Seputardalamberita:Universitas Sumatera Utara (USU), yang terletak di ibu kota provinsi Medan, telah membuka penyelidikan terhadap rektor terpilih Muryanto Amin atas dugaan plagiarisme. Rektor saat ini, Runtung Sitepu, telah membentuk tim investigasi internal untuk menyelidiki dugaan ketidakjujuran akademik yang
diajukan terhadap Muryanto. Kepala perpustakaan USU Jonner Hasugian, yang memimpin penyelidikan internal, mengatakan dugaan penjiplakan terjadi saat Muryanto menjadi dekan di departemen ilmu sosial
dan politik (FISIP) di universitas tersebut. Dia mengatakan masalah itu terungkap ketika ada orang tak dikenal mengirim email ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang menuduh Muryanto melakukan plagiarisme dalam makalah penelitian. Email tersebut kemudian entah bagaimana
bocor dan menyebar melalui grup WhatsApp. "Ini pertama kalinya seorang rektor terpilih USU terlibat dalam dugaan plagiarisme, kami malu," kata Jonner kepada The Jakarta Post, Rabu. Dia mengatakan tim internal telah membuat beberapa temuan penting saat menyelidiki tuduhan tersebut pada Desember. 10
hingga 12, termasuk keterlibatan Muryanto dalam empat tuduhan plagiarisme terpisah: satu di 2014, dua di 2017 dan satu tuduhan plagiarisme dalam disertasi 2018 yang diajukan untuk melamar jabatan guru. “Semua temuan kami sudah kami serahkan kepada rektor saat ini untuk ditindaklanjuti,” kata Jonner.
Sementara itu, Runtung mengatakan, temuan tim internal sedang dibahas jajaran guru besar USU. "Dewan akan menyerahkan hasilnya kepada saya dan saya akan membentuk [komite] disiplin untuk mengambil keputusan atas kasus tersebut," katanya, seraya menambahkan bahwa dia akan berkonsultasi dengan ahli
plagiarisme sehingga keputusan akhir akan objektif. Ini merupakan kasus plagiarisme ketiga di universitas tersebut setelah kasus 2013 yang melibatkan dosen dan kasus lainnya pada 2015 yang melibatkan seorang profesor.







0 comments:
Post a Comment