Seputardalamberita:Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah memperingatkan tenaga kesehatan di seluruh negeri untuk tetap waspada terkait lonjakan penularan COVID-19 di Tanah Air, karena angka kematian di kalangan tenaga medis terus meningkat. Per Des. 24 malam, asosiasi mencatat 223 dokter meninggal karena COVID-19.
Sementara itu, kelompok relawan LaporCOVID-19 Indonesia melaporkan 464 korban jiwa di antara petugas kesehatan dalam periode yang sama. Ketua tim mitigasi IDI Adib Khumaidi mengatakan jumlah petugas kesehatan yang meninggal karena COVID-19 tinggi karena kurangnya perlindungan bagi mereka
saat merawat pasien yang terinfeksi. Ironisnya, situasi tersebut diperparah dengan kurangnya akses bagi mereka untuk mendapatkan uji polymerase chain reaction (PCR). “Kami sering menemukan masalah tersebut di lapangan. Kami tidak ingin kehilangan lebih banyak dokter dan perawat di masa depan, "kata
Adib dalam acara virtual yang diadakan oleh LaporCOVID-19 pada Desember. 24. Ia juga menyatakan bahwa semua pihak perlu bekerja sama satu sama lain untuk memerangi COVID. Adib menjelaskan, hampir 70 persen dokter di Jatim terkena pandemi secara finansial karena minimnya pasien. Ketua Satgas
COVID-19 Persatuan Perawat Indonesia (PPNI), Sri Suhardiningsih, mengatakan jumlah perawat yang tewas akibat COVID-19 secara nasional mencapai 159 dan 51 di antaranya berasal dari Jawa Timur. Sementara itu, asosiasi mencatat 4.294 perawat yang dinyatakan positif COVID-19 dan sedang dalam perawatan.







0 comments:
Post a Comment