Tuesday, December 29, 2020

Indonesia akan melakukan kesepakatan vaksin dengan Pfizer, AstraZeneca


Seputardalamberita:
Menteri Kesehatan yang baru dilantik, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah saat ini sedang menyelesaikan kesepakatan dengan produsen vaksin Amerika Serikat Pfizer dan AstraZeneca yang berbasis di Inggris untuk mengamankan persediaan yang cukup untuk melaksanakan program vaksinasi 

yang telah lama ditunggu-tunggu tahun depan. Setelah kesepakatan pengadaan ditandatangani, mantan bankir itu mengatakan, Indonesia akhirnya akan dapat mencapai jumlah minimum dosis vaksin yang dibutuhkan untuk dapat mencapai kekebalan kelompok, di mana sebagian besar penduduk 

mengembangkan kekebalan untuk menghentikan virus. Pengumuman itu adalah terobosan besar pertama Budi sejak ditunjuk pekan lalu untuk menggantikan mantan menteri Terawan Agus Putranto, yang telah memimpin respons pandemi buruk yang membuat bangsa ini masih berjuang untuk mengatasi COVID-19. 

Dalam sembilan bulan sejak pertama kali melaporkan kasus virus, Indonesia telah mencatat lebih dari 727.000 infeksi yang dikonfirmasi dan lebih dari 21.000 kematian, menurut penghitungan resmi terbaru oleh satuan tugas COVID-19 nasional. Berbicara kepada media pada hari Selasa, Budi mengatakan bahwa 

setidaknya 181 juta orang dari 269 juta penduduk Indonesia perlu disuntik untuk mencapai liputan yang diinginkan untuk memicu kekebalan kawanan. Dengan asumsi setiap orang membutuhkan dua suntikan vaksin, dan 15 persen pemborosan perlu dipertanggungjawabkan seperti yang direkomendasikan oleh 

Organisasi Kesehatan Dunia, dia mengatakan Indonesia perlu mengamankan total 426 juta dosis vaksin COVID-19. Sejauh ini, pemerintah telah mendapatkan 125 juta dosis dari perusahaan China Sinovac dan 130 juta lainnya dari Novavax yang berbasis di AS, dengan lebih banyak pasokan opsional yang 

ditawarkan. Kritikus telah menyuarakan keprihatinan bahwa Indonesia menaruh terlalu banyak harapan pada vaksin CoronaVac Sinovac, yang pengiriman pertamanya tiba di negara itu awal bulan ini. Tidak seperti vaksin potensial lainnya yang telah menunjukkan hasil kemanjuran yang menjanjikan dari uji coba tahap akhir, data konklusif tentang produk Sinovac belum tersedia.

0 comments:

Post a Comment