Saturday, December 19, 2020

Para pengunjuk rasa menuntut penyelidikan atas pembunuhan anggota FPI oleh polisi


Seputardalamberita:
Ratusan pengunjuk rasa dari Front Pembela Islam (FPI) dan kelompok yang menamakan diri mereka Aliansi Nasional Anti-Komunis (Anak) menggelar protes pada hari Jumat di Jakarta Pusat menuntut penyelidikan transparan atas kematian enam anggota FPI dan pembebasan FPI. pemimpin Rizieq Shihab. Para pengunjuk rasa, berkumpul di sekitar Jl. MH Thamrin pada Jumat sore dalam protes yang mereka 

juluki "protes 1812". Mereka menuntut penyelidikan menyeluruh atas pembunuhan enam anggota FPI dalam dugaan bentrokan dengan polisi pada 7 Desember. Mereka juga meminta polisi untuk melakukan protes menolak izin dari Polda Metro Jaya karena kekhawatiran COVID-19. Namun, pasukan gabungan 

yang terdiri dari sedikitnya 5.000 polisi, personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan perwira lainnya dikerahkan untuk memastikan keamanan selama protes. “Kami sudah menyiapkan sedikitnya 5.000 personel. Kami juga memiliki 7.500 personel sebagai cadangan, ”juru bicara Polda Metro Jaya Kombes. Yusri Yunus mengatakan pada hari Jumat, kompas.com melaporkan. Juru bicara Kepolisian Nasional Insp.AGENDOMINO 

Jenderal Argo Yuwono mengatakan, Polri juga mengerahkan 2.690 personel dari Brimob Polri untuk membantu mengamankan aksi protes. Dia mengatakan bahwa polisi memutuskan untuk tidak mengeluarkan izin protes pada hari Jumat karena kekhawatiran cluster transmisi COVID-19 baru yang muncul dari pertemuan tersebut. “Protokol kesehatan harus ditegakkan. Makanya kami tegas tidak 

memberi izin, ”kata Argo, Kamis. Polisi terlihat di lokasi aksi yang dilengkapi perlengkapan anti huru hara pada Jumat siang saat pengunjuk rasa berkumpul di sekitar kawasan Thamrin. Para pengunjuk rasa awalnya berencana menggelar aksi di depan Istana Negara di Jakarta Pusat. Namun, polisi membentuk 

barikade manusia dan mencegah pengunjuk rasa sampai ke Tugu Arjuna Wiwaha (Patung Kuda). Personel polisi juga mencoba membujuk para pengunjuk rasa secara lisan untuk membubarkan diri. Hindari keramaian, tolong bubar. Jumlah kasus COVID-19 di Jakarta masih tinggi, ”kata seorang polisi 

melalui pengeras suara di lokasi protes seperti dilansir kompas.com. Beberapa bentrokan kecil terjadi saat polisi berusaha membubarkan massa. Anggota polisi mendorong kembali pengunjuk rasa ke kawasan Tanah Abang.

0 comments:

Post a Comment