Seputardalamberita:Para ahli telah memperingatkan kemungkinan lonjakan tingkat kematian COVID-19 di Indonesia karena negara tersebut melihat peningkatan konstan dalam kasus harian. Dari Des. 1 hingga Kamis, Indonesia mencatat lebih dari 5.000 kasus dalam satu hari. Puncaknya sejauh ini terjadi pada Desember. 3 dengan
8.369 kasus, sementara ada empat hari yang melihat lebih dari 7.000 kasus per hari. Hingga Kamis, Indonesia telah mencatat 20.589 korban jiwa akibat COVID-19. Melihat tren yang mengkhawatirkan, pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo mengatakan negara harus bersiap menghadapi
kemungkinan lonjakan angka kematian COVID-19, terutama setelah rumah sakit di seluruh negeri melaporkan mereka kehabisan tempat tidur untuk pasien. Tingginya tingkat okupansi rumah sakit terbaik, lanjut Ahmad, berkontribusi pada peningkatan peluang pemulihan pasien. Namun, sebagai gantinya, hal
ini akan menyebabkan kurangnya ruang bagi pasien COVID-19 baru yang membutuhkan perawatan medis lebih lanjut. KawalCOVID-19, sebuah kelompok sukarelawan yang secara independen mencatat jumlah kasus dan kematian COVID-19, mengungkapkan pada bulan September bahwa Indonesia memiliki tingkat
kematian COVID-19 tertinggi di dunia dalam kelompok usia 17 tahun dan lebih muda. Mereka menemukan case fatality rate (CFR) kelompok usia ini 0,9 persen atau 45 kali lebih tinggi dari Amerika Serikat yang 0,02 persen. CFR sendiri didefinisikan sebagai proporsi infeksi yang menyebabkan
kematian. "Itu berarti 145 dari 16.007 anak yang terinfeksi dalam kelompok usia tersebut telah meninggal," kata salah satu pendiri KawalCOVID-19 Ainun Najib. Terlepas dari itu, Ahmad mengatakan kematian akibat COVID-19 pada tahap ini lebih dapat dicegah dibandingkan ketika
penyakit pertama kali muncul di negara tersebut. Dua faktor utama yang menurunkan risiko kematian COVID-19 di negara itu, seperti usia pasien dan pemahaman dokter tentang pandemi, katanya lebih lanjut. "Lebih mudah menyembuhkan pasien yang lebih muda." Selain itu, para dokter dan tenaga
medis sudah mulai memahami metode yang tepat untuk menangani pasien lanjut usia yang kemungkinan besar meninggal akibat penyakit tersebut. “Dokter sudah mulai menurunkan angka kematian di kalangan lansia karena mereka sudah mulai paham cara mengendalikan virus,” kata
Ahmad. Dia juga melanjutkan dengan mengatakan bahwa deksametason sangat membantu dalam meningkatkan tingkat pemulihan di antara pasien.







0 comments:
Post a Comment