Seputardalamberita:Perusahaan garmen publik PT Pan Brothers berencana menurunkan alat pelindung diri (APD) serta produksi dan ekspor masker pada tahun 2021 ketika negara-negara di seluruh dunia bersiap untuk meluncurkan vaksin COVID-19. Wakil presiden direktur Anne Patricia Sutanto mengatakan, Kamis,
ekspor PPE dan masker pada 2021 diharapkan hanya mencapai antara 30 dan 40 persen dari ekspor tahun ini. “Untuk tahun depan, kami memproyeksikan ekspor dan produksi APD jauh lebih rendah dibandingkan tahun ini,” kata Anne dalam briefing virtual, Kamis. “Kita semua tahu di sini bahwa vaksin akan
diluncurkan. Selama masa transisi vaksinasi di seluruh Indonesia atau di seluruh dunia, permintaan APD dan masker mungkin masih ada, tetapi jumlahnya pasti akan lebih kecil dari tahun ini. Indonesia, di sisi lain, masih menunggu data efikasi dari uji klinis fase tiga vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh AGENDOMINO
perusahaan biofarmasi Sinovac Biotech yang berbasis di Beijing. Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) siap memberikan izin penggunaan darurat bahkan sebelum uji klinis selesai. Dengan adanya pembatasan mobilitas, pandemi COVID-19 menyebabkan industri tekstil dan pakaian jadi
mengalami kontraksi 9,32 persen pada periode Juli – September dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS). “Untuk tahun 2020, penjualan kami ke merek global atau ekspor tidak seburuk yang dibayangkan orang,” kata Anne. “Ini karena penjualan kami ke merek
global kurang lebih sama dengan tahun lalu dan beberapa peningkatan didorong oleh pasokan APD dan masker.” Pan Brothers memproduksi antara 3 juta hingga 5 juta produk PPE per tahun, tetapi memiliki kapasitas hingga 10 juta. Setelah Kementerian Perdagangan mengeluarkan peraturan yang mengizinkan ekspor PPE pada bulan Juni, produsen garmen tersebut mulai mengekspor produk PPE-nya.







0 comments:
Post a Comment