Seputardalamberita:Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah memperingatkan lonjakan kasus COVID-19 setelah masa liburan Natal dan Tahun Baru. “Pengalaman kami sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat infeksi [COVID-19] naik dalam 10 hingga 14 hari setelah periode liburan berakhir. “Karena masa libur Tahun Baru akan berakhir pada 1 atau 2 Januari, lonjakan bisa terjadi sekitar 16-18 Januari,” kata Menkeu yang
baru dilantik. Berdasarkan pantauannya, Budi menjelaskan, kasus COVID-19 biasanya meningkat 30 hingga 40 persen setelah masa libur panjang, hal ini disebabkan mobilitas yang tinggi selama periode tersebut, di mana orang bolak-balik untuk menghabiskan liburan. Untuk mencegah lonjakan seperti itu, ia
mengimbau orang-orang yang berwisata saat Natal. dan tahun baru untuk menahan diri dari berpergian sesudahnya. “Akan lebih baik jika kita menghabiskan lebih banyak waktu bekerja di rumah setelah kita pulang liburan, dan hindari mobilitas selama lima sampai 10 hari ke depan,” kata Budi. Masyarakat agar
tetap berhati-hati selama pandemi, apalagi rumah sakit rujukan COVID-19 hampir penuh dengan pasien. Sebagai gambaran, Budi menjelaskan, setidaknya 30 persen dari setiap 100 orang yang terinfeksi virus corona harus dirawat. t rumah sakit. Dari 30 persen tersebut, 5 persen harus dirawat di ICU. Oleh karena
itu, Budi berpesan kepada masyarakat untuk mendukung tenaga kesehatan dengan membatasi mobilitasnya setelah long weekend. “Kami dapat membantu petugas kesehatan kami dengan mengurangi tingkat infeksi, memastikan bahwa kami dalam keadaan sehat, dan meminimalkan mobilitas kami selama
10 hari pertama tahun 2021,” katanya. Data dari gugus tugas COVID-19 nasional menunjukkan bahwa tingkat hunian tempat tidur di rumah sakit COVID-19 secara nasional telah melampaui 55 persen pada 27 Desember.







0 comments:
Post a Comment