Seputardalamberita:Pihak berwenang di Jawa Timur telah menyiapkan 2.400 staf untuk kampanye vaksinasi COVID-19 secara nasional. “Pemprov Jatim sudah menyiapkan cold chain untuk vaksin COVID-19, selain menyiapkan 2.400 pemberi vaksin. Karena itu, kami siap mendistribusikan vaksin [di provinsi], ”kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat bincang-bincang di Madiun, Minggu, seperti dikutip
antaranews.com. Ia melanjutkan, vaksin tersebut sudah masuk ke Indonesia dan sedang dalam proses pendistribusian vaksin ke daerah. Pemerintah Jawa Timur sedang menunggu pengaturan lebih lanjut untuk menerima vaksin. Sementara itu, Satgas COVID-19 Jawa Timur telah membentuk tim persiapan vaksinasi
COVID-19, keputusan yang diambil setelah pertemuan antara Khofifah dengan Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, dan Badan Usaha Milik Negara. menteri. Tim tersebut terdiri dari petugas dari berbagai instansi di bawah Pemprov Jatim. Tugas tim termasuk komunikasi publik dan persiapan lain untuk penggerak vaksinasi. Secara terpisah, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan AGENDOMINO
bahwa pemerintah akan menanggung biaya vaksinasi hanya untuk 32 juta dari 107 juta orang yang ditargetkan untuk menerima vaksin COVID-19 pada tahun 2022. Terawan mengatakan program vaksinasi akan menargetkan 67 persen dari 167 negara. juta orang berusia antara 18 dan 56 tahun, seperti yang direkomendasikan oleh Kelompok Penasihat Teknis Indonesia untuk Imunisasi. “Akan ada
dua skema: [publik] dan swasta. Skema [publik] akan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dan swasta akan digulirkan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara [BUMN] bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, ”ujarnya, Kamis saat audiensi dengan DPR. Komisi IX, yang membawahi
perawatan kesehatan dan ketenagakerjaan. Program yang didanai negara berupaya untuk mencakup 32 juta orang: 1,2 juta pekerja medis, 4,4 juta pekerja layanan publik, termasuk personel militer dan polisi, dan 26,4 juta orang dari kelompok rentan. Ini akan membutuhkan 73,9 juta dosis, terhitung 15 persen
pemborosan. Sementara program swasta berupaya menjangkau 75 juta orang, termasuk peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan pemegang polis asuransi lainnya. Ini akan membutuhkan 172,6 juta dosis, terhitung sebagai pemborosan.







0 comments:
Post a Comment