Wednesday, December 16, 2020

Jakarta akan menerapkan kebijakan kerja-dari-kantor yang lebih ketat untuk menghindari lonjakan kasus


Seputardalamberita:
Badan Ketenagakerjaan Jakarta (BKD Jakarta) dikabarkan akan menerbitkan surat edaran yang mengatur bahwa instansi pemerintah daerah beroperasi dengan kapasitas 25 persen dengan sisa karyawan bekerja dari rumah, seperti yang sebelumnya diperintahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan 

Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Kebijakan baru tersebut akan berlaku efektif mulai Jumat dan berakhir pada 8 Januari 2021. “Kami akan menerbitkan surat edaran dalam waktu dekat,” kata Kepala BKD Jakarta Chaidir pada hari Selasa seperti dikutip dengan menambahkan bahwa kebijakan yang akan datang dibuat 

sebagai tanggapan atas Perintah Luhut dalam rapat Senin dengan Gubernur DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. “Saya ikut rapat dan mendengar langsung perintah itu. Kami akan menindaklanjuti dengan menerbitkan surat edaran tersebut, ”ujarnya. Sejak berkali-kali memperpanjang AGENDOMINO

kebijakan pembatasan sosial [PSBB] berskala besar, Pemprov DKI Jakarta telah menerapkan kapasitas maksimal 50 persen di kantor-kantor instansi, sejalan dengan aturan yang dikeluarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Namun menjelang liburan akhir tahun, pemerintah pusat telah memutuskan untuk menurunkan rasio menjadi 25 persen sebagai bagian dari 

upaya yang lebih tinggi untuk mengekang penularan COVID-19. “Karena kekhawatiran tentang kemungkinan lonjakan kasus, [pemerintah pusat] memutuskan untuk menurunkan kapasitas kerja-dari-kantor,” kata Chaidir. Pembatasan yang diperbarui lebih lanjut untuk liburan akhir tahun akan 

membatasi jam operasional mal, restoran, dan tempat hiburan hingga jam 7 malam. di Jabodetabek dan 8 malam. di zona merah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Secara terpisah, Asosiasi Pengecer Indonesia (Aprindo) telah meminta pemerintah memberikan kelonggaran kepada anggotanya 

dan mengizinkan mereka untuk mengoperasikan "jam operasional normal", kata ketua Aprindo Roy N. Mandey. Dia berargumen bahwa sebagian besar dari mereka menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan membiarkan bisnis mereka beroperasi pada jam operasional normal akan memberi mereka 

kesempatan untuk bangkit kembali setelah menderita antara April dan Juni selama Ramadan, Idul Fitri dan musim liburan sekolah.


0 comments:

Post a Comment