Saturday, December 12, 2020

Indonesia mencapai 600.000 kasus kumulatif, mencetak rekor kematian harian baru


Seputardalamberita:
Indonesia mencapai 600.000 kumulatif COVID-19 kasus pada hari Jumat dan mencatat rekor kematian satu hari karena wabah di negara itu tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Kementerian Kesehatan mengkonfirmasi 6.310 kasus baru pada hari Jumat, sehingga total kumulatif menjadi 605.243 Negara itu 

juga mengkonfirmasi 175 kematian baru pada hari Jumat, angka satu hari tertinggi yang tercatat, sehingga jumlah kematian menjadi 18.511. Indonesia, negara terpadat di Asia Tenggara, menduduki puncak kawasan dalam hal kasus dan kematian yang dikonfirmasi. Negara ini berada di 20 teratas di dunia dalam 

kasus yang dikonfirmasi. Wabah telah mencapai 510 dari 514 kabupaten dan kota di negara itu dan 34 provinsinya. Jakarta tetap menjadi provinsi dengan jumlah kasus kumulatif tertinggi yaitu 150.250. Kota itu juga memiliki 2.900 kematian. Disusul Jawa Timur dengan 68.361 kasus dan 4.791 kematian. Provinsi 

terparah lainnya adalah Jawa Tengah 64.608 kasus, Jawa Barat 64.072 kasus, Sulawesi Selatan 22.661, Riau 21.996, Kalimantan Timur 21.965, dan Sumatera Barat 21.503. Pemerintah telah menguji lebih dari 4,21 juta orang melalui lebih dari 6,27 juta sampel. Saat ini ada 64.845 dugaan kasus di seluruh negeri. Negara itu mengadakan pemilihan daerah serentak pada hari Rabu, meskipun ada seruan dari para ahli dan AGENDOMINO

kelompok sipil untuk menunda mereka karena risiko penularan COVID-19. Lebih dari 100 juta orang terdaftar untuk memberikan suara dalam pemilihan, yang memutuskan hampir 270 posisi kepemimpinan di 309 kota dan kabupaten. Pemerintah telah mengklaim bahwa protokol kesehatan diawasi secara ketat 

selama pemungutan suara. Dalam upaya mencegah bertambahnya gugus COVID-19, pemerintah telah mengurangi jumlah hari cuti bersama untuk perayaan Natal dan Tahun Baru. Sebuah survei baru-baru ini menunjukkan bahwa 75 persen orang Indonesia berencana bepergian selama liburan mendatang. 

Dalam dua minggu setelah libur panjang Idul Fitri di bulan Mei, Indonesia mencatat kenaikan antara 69 dan 93 persen dalam rata-rata harian dan mingguan kasus baru COVID-19. Itu juga mencatat lonjakan antara 58 dan 118 persen dalam rata-rata harian dan mingguan dalam dua minggu setelah akhir pekan Hari Kemerdekaan yang panjang di bulan Agustus.

0 comments:

Post a Comment