Tuesday, December 15, 2020

Densus 88 menangkap buronan bom Bali lainnya


Seputardalamberita:
Pasukan antiteror Densus 88 Polri telah menangkap buronan terkait dengan bom Bali pertama yang melarikan diri selama 18 tahun. Satgas khusus menahan Zulkarnaen, 57, di Purbolinggo, Lampung Timur, pada 10 Desember, polisi mengumumkan pada akhir pekan. "Kami telah menangkap tanpa perlawanan 

[buronan] di daftar buronan," juru bicara Kepolisian Nasional Insp. Kata Jenderal Argo Yuwono, seperti dikutip kompas.com. Zulkarnaen, yang dipanggil dengan nama lain, termasuk Aris Sumarsono, Daud, Zaenal Arifin dan Abdulrahman, memegang peran kunci dalam bom Bali pertama tahun 2002. 

Zulkarnaen adalah komandan militer Jamaah Islamiyah [JI] pada saat bom Bali pertama,” Juru bicara polisi mengatakan, mengacu pada jaringan ekstremis terkait Al-Qaeda yang mendalangi serangan tahun 2002 itu. Pada 12 Oktober tahun itu, tiga bom meledak di Paddy's Pub dan Sari Club di Kuta, Bali, AGENDOMINO

menewaskan 202 orang dan melukai 209 lainnya. Di antara almarhum adalah 164 orang asing dari 24 negara. Bom juga meledak di Jl. Hayam Wuruk di Denpasar, dekat Konsulat Jenderal Amerika Serikat, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Zulkarnaen diduga menyembunyikan Upik Lawangan alias Taufik 

Bulaga atau Udin dari pihak berwajib. Upik dikenal karena kemampuannya membuat bom yang sangat eksplosif dan dianggap sebagai penerus Azahari Husin, dalang teknis Malaysia dari bom Bali pertama. 

Azahari tewas dalam penggerebekan Densus 88 di tempat persembunyiannya di Batu, dekat Malang, Jawa Timur pada 9 November 2005.

0 comments:

Post a Comment