Seputardalamberita:Dua puluh satu pelaut Indonesia yang terdampar di Peru selama tiga bulan dipulangkan pada akhir pekan ini, demikian diumumkan KBRI Lima, di tengah kesulitan yang timbul dari pandemi COVID-19 yang telah mempertaruhkan banyak mata pencaharian. Duta Besar Indonesia untuk Peru Marina Estella Anwar
Bey mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para pria tersebut telah tiba di Jakarta pada hari Sabtu dalam penerbangan lanjutan melalui Brasil dan Qatar. Mereka mengambil pulang rute Lima – Sao Paulo – Doha – Jakarta. "Ke-21 awak kapal itu bekerja di tiga kapal terpisah, yakni Cosario I, Pescamaro I, dan AGENDOMINO
Pescamaro VI," kata Marina, Selasa, seperti dikutip tribunnews.com. Orang-orang tersebut telah tinggal di kedutaan di Lima sejak September setelah pemilik kapal yang menggunakan jasa mereka mengalami masalah keuangan karena pandemi. "Para kru belum menerima gaji, dan [pemilik] tidak memberi mereka
tiket pulang untuk terbang kembali ke Indonesia," katanya. Langkah-langkah untuk menahan penyebaran COVID-19 telah mengganggu rantai pasokan domestik dan internasional di sektor perikanan global, terutama menyusul pembatasan atau penutupan layanan makanan, pariwisata dan transportasi, serta
penerapan kontrol perdagangan. Peru tidak terkecuali. Negara Amerika Latin itu telah membatasi masuknya orang asing sebagai tindakan pencegahan COVID-19. Sejumlah terbatas warga negara asing diizinkan masuk atas dasar kebutuhan kemanusiaan atau kasus kritis lainnya, Kedutaan Besar Indonesia di
Lima mengatakan dalam sebuah pernyataan pada bulan Agustus. Hal ini menyebabkan puluhan pelaut Indonesia, yang mencari nafkah selama berbulan-bulan di atas kapal penangkap ikan asing di laut lepas, terdampar bermil-mil jauhnya dari rumah. Kedutaan sebelumnya telah memulangkan setidaknya lima
gelombang warga yang terlantar. Sejak wabah itu, Kementerian Luar Negeri lebih menekankan pada perlindungan WNI di luar negeri, terutama yang dianggap terlantar.







0 comments:
Post a Comment