Tuesday, November 3, 2020

Sumatera Selatan memperluas status siaga darurat untuk kebakaran hutan dan lahan


Seputardalamberita:
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus melakukan tindakan pencegahan terhadap kebakaran hutan dan lahan dengan memperpanjang status siaga darurat hingga 30 November. "[Kami] terus melakukan tindakan preventif dengan berpatroli, memantau dan mendidik warga untuk tidak membakar lahan, 

Komandan Operasi Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan Sumsel Brigjen Pol. Jenderal Jauhari Agus Suraji, Senin. Timnya juga telah meminjamkan peralatan pembersihan lahan kepada penduduk setempat untuk mencegah mereka menggunakan metode tebang dan bakar untuk membersihkan lahan, tambahnya. Untuk 

lebih mendukung kampanye tersebut, Satgas melakukan program-program untuk mendorong perekonomian masyarakat agar tidak hanya bergantung pada pertanian sebagai sumber pendapatan. “Kami juga memastikan bahwa perusahaan-perusahaan yang berada di sekitar wilayah rawan telah menetapkan 

prosedur standar operasional pencegahan [kebakaran hutan dan lahan]. Meski harus diakui, ada yang tidak mematuhi kami,” lanjut Jauhari. Hingga Oktober, tim pertanahan satgas telah melaksanakan 1.231 program edukasi di 158 desa rawan dan telah memadamkan 150 titik api yang membakar 404,67 hektar lahan.AGENDOMINO

Tim udara telah menggunakan 77,05 ton garam untuk benih awan dan melakukan 10.127 bom air. Satgas juga sudah berkoordinasi dengan penegak hukum setempat untuk mengusut 16 kasus kebakaran yang melanda 25,4 hektar lahan. "Sejauh ini aparat sudah menetapkan 18 orang tersangka," kata Jauhari. Kepala 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Iriansyah mengatakan beberapa daerah masih berisiko mengalami kebakaran hutan dan lahan akibat curah hujan yang tidak merata di provinsi tersebut. “Beberapa daerah masih rawan kebakaran hutan dan lahan. Meski satelit gagal 

mendeteksinya, pemantauan udara menunjukkan asap membubung di beberapa lokasi. Sebagian besar disebabkan oleh lahan gambut kering atau pembukaan lahan,” ujarnya seraya menambahkan bahwa BPBD sudah menyiapkan delapan helikopter pengebom air untuk menangani situasi tersebut. Antara 1 Januari 

dan 2 November, 1.296 kebakaran hutan dan lahan tercatat di Sumatera Selatan, membakar 268.602 hektar lahan. Hingga Oktober 2020, provinsi ini masih mencatat sebanyak 2.417 titik api.

0 comments:

Post a Comment