Seputardalamberita:Pihak berwenang sudah mulai mengevakuasi ratusan warga yang tinggal di daerah rawan bencana di sekitar Gunung Merapi di Magelang, Jawa Tengah, menyusul peringatan potensi letusan gunung berapi dalam waktu dekat. Pemerintah Kota Magelang dengan bantuan TNI, Polri, Badan Penanggulangan
Bencana dan Rombongan Relawan, mulai mengangkut warga dengan mobil pribadi, mobil pick-up, minibus dan ambulans pada hari Jumat. "Warga dievakuasi ke desa 'saudara' yang ditunjuk mulai hari ini," kata asisten pemerintah dan kesejahteraan masyarakat pemerintah Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi,
pada hari Jumat, seperti dikutip oleh kompas.com. Evakuasi ini memprioritaskan kelompok rentan, yaitu lanjut usia, anak-anak, ibu hamil dan orang sakit, dari lebih dari 500 calon pengungsi yang tinggal di sembilan dusun terdekat dengan puncak Gn. Merapi. Warga tersebut terdiri 153 orang dari Desa Paten,
160 orang dari Desa Krinjing dan 130 orang dari Desa Ngargomulyo, yang diangkut ke Desa Banyurojo, Mertoyudan dan Tamanagung. “Ini hanya data sementara. Jumlahnya bisa bertambah kapan saja tergantung kondisinya, ”kata Nanda, sembari memastikan bahwa seluruh proses evakuasi mengikuti AGENDOMINO
protokol kesehatan COVID-19 yang ketat. Kepala Seksi Penanggulangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Joko Lelono mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tempat penampungan pengungsian warga rentan dan ternak, sesuai dengan Rencana Kontinjensi Merapi. “Tiga dusun yang
mungkin terkena dampak adalah Kalitengah Lor, Kaliadem dan Pelemsari. Sudah lama Kaliadem tidak ada warga, hanya ternak, jadi aman dilakukan evakuasi nanti, ”kata Joko, Kamis. Pelemsari memiliki dua keluarga yang akan pindah ke tempat tinggal permanen lainnya, sedangkan Kalitengah Lor memiliki 160
orang rawan, beberapa di antaranya pindah ke Shelter Gayam dan satu lagi ke rumah kerabat. Semua pengungsi akan menerima bantuan logistik. Joko mengatakan evakuasi akan dimulai pada hari Jumat setelah lembaganya menyiapkan barak evakuasi.







0 comments:
Post a Comment