Monday, November 23, 2020

Pemulihan pariwisata bergantung pada penanggulangan COVID-19


Seputardalamberita:
Pemerintah Indonesia saat ini sedang mengupayakan berbagai upaya untuk menghidupkan kembali pariwisata, termasuk mengalokasikan Rp 14,4 triliun (US $ 972,6 juta) untuk bisnis dan mengeluarkan sertifikasi kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan (CHSE) untuk penyedia 

layanan di industri. Namun, upaya tersebut kemungkinan besar akan sia-sia jika Indonesia gagal menahan penyebaran COVID-19. Sebuah survei independen yang dilakukan oleh Kleopas Danang Bintoroyakit, 

perwakilan Indonesia untuk KTT Global Profesional Penerbangan Generasi berikutnya dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) 2017, menemukan bahwa 54 persen pelancong asing tidak yakin tentang gagasan terbang ke Indonesia dan mereka ingin memeriksanya. implementasi protokol kesehatan AGENDOMINO 

di negara tersebut. Survei yang dilakukan antara 22 Oktober hingga 14 November dan melibatkan 102 responden dari 28 negara itu juga menemukan bahwa 26 persen responden menyatakan ingin berkunjung ke Indonesia, sedangkan 20 persen menyatakan akan menunggu COVID- 19 vaksin. Berdasarkan survei 

tersebut, Danang menyimpulkan bahwa wisatawan asing akan mempertimbangkan beberapa aspek sebelum melakukan perjalanan di periode normal baru, termasuk penerapan protokol kesehatan di 

destinasi serta keamanan dan kenyamanan akomodasi. Hariyadi B. Sukamdani, ketua Dewan Visit Wonderful Indonesia (VIWI), sebuah organisasi yang memayungi 18 asosiasi pariwisata, mengungkapkan 

keprihatinan serupa, mengatakan para pelancong akan memeriksa perkembangan kasus COVID-19 sebelum mengunjungi suatu negara. “Jika jumlah kasus terus meningkat, terutama di destinasi yang ingin dikunjungi, hampir dipastikan wisatawan tidak datang berkunjung,” ujarnya kepada kompas.id, Minggu.

0 comments:

Post a Comment