Seputardalamberita:Kabupaten Banyumas di Jawa Tengah akan menutup sementara beberapa tempat wisata di daerahnya untuk menahan penyebaran COVID-19, antaranews.com melaporkan. Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan pada hari Senin bahwa pemerintah daerah akan menutup tempat wisata milik pemerintah dan
swasta secara bertahap, menyusul lonjakan kasus COVID-19. Dia mencatat bahwa pemerintah daerah akan memeriksa pelaksanaan protokol kesehatan di setiap objek wisata untuk mengetahui ruang mana yang dapat menarik banyak orang. Di tengah maraknya kasus COVID-19, pemerintah setempat
memutuskan untuk tidak segera menutup semua tempat wisata karena pertimbangan aktivitas ekonomi di masyarakat. Kepala Dinas Pendidikan dan Pariwisata Banyumas Asis Kusumandani mengatakan kabupaten tersebut memiliki 109 tempat wisata. Namun, hanya 25 dari mereka yang menerapkan protokol
kesehatan dan keselamatan. Mengingat hal itu, Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, pihaknya akan mengecek pelaksanaan protokol kesehatan di setiap objek wisata. Ia menambahkan, tempat wisata yang dikelola pemkot tersebut sebenarnya telah menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan
yang baik. Banyumas baru-baru ini mengalami lonjakan kasus COVID-19, yang mengakibatkan kabupaten tersebut dinyatakan sebagai zona oranye berisiko menengah, bukan zona hijau berisiko rendah seperti sebelumnya. Menurut covid19.banyumaskab.go.id, hingga Senin kemarin tercatat 1.225 kasus AGENDOMINO
positif dan 39 kematian. Data yang sama menunjukkan 807 pasien telah sembuh, 158 pasien saat ini dirawat di rumah sakit, 27 pasien di ruang isolasi dan 221 di isolasi sendiri. Bulan lalu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memuji upaya kabupaten dalam menekan penularan COVID-19. Ganjar
mengatakan, Pemkot Banyumas sedang melacak warga yang memiliki faktor komorbiditas, seperti diabetes atau hipertensi, dalam upaya mencegah penularan COVID-19 kepada mereka yang berisiko tinggi terkena penyakit tersebut. “Orang-orang [dengan penyakit penyerta] akan diberi gelang sebagai tanda
bahwa mereka rentan, sehingga masyarakat terhindar dari kontak dekat,” ujarnya. Namun, libur panjang akhir pekan di bulan Oktober tampaknya turut berkontribusi pada lonjakan kasus COVID-19 di Jawa Tengah. Tribunnews.com mengabarkan, satu keluarga di Kabupaten Sragen meninggal dunia akibat COVID-19 usai melakukan perjalanan ke kota lain saat libur panjang akhir pekan.







0 comments:
Post a Comment