Seputardalamberita:Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi mendistribusikan 11.000 alat tes cepat yang dikembangkan secara lokal secara gratis ke rumah sakit dan dinas kesehatan di seluruh negeri. Disebut RI-GHA, kependekan dari Republik Indonesia-Gadjah Mada
Hepatika Airlangga, peneliti UGM dan Universitas Airlangga mengembangkan alat tes antibodi yang saat ini sedang diproduksi massal di Taman Sains dan Teknologi UGM di Desa Minomartani, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. “Kit ini telah melalui proses panjang dan [banyak] perbaikan untuk mencapai
formula yang tepat,” kata peneliti utama kit uji, Sofia Mubarika, Rabu dalam sebuah pernyataan. Sofia berbicara pada seremonial penyerahan 1.500 alat tes kepada Dinas Kesehatan Sleman di Puskesmas Mlati II di Kabupaten Mlati, Sleman. Dia mengatakan, test kit ini dikembangkan untuk memenuhi permintaan AGENDOMINO
tes COVID-19 yang sangat banyak yang mudah digunakan, akurat, dan dapat diproduksi di dalam negeri untuk kemandirian dan ketahanan sistem kesehatan Indonesia dalam menangani keadaan darurat.
Sofia mengatakan produksi dan distribusi RI-GHA merupakan kontribusi peneliti dalam mendukung upaya mitigasi COVID-19 pemerintah. “Saya berterima kasih kepada Kemenristek yang telah mendukung produk inovatif anak bangsa ini, sehingga bisa di hilirisasi ke masyarakat,” ucapnya. Di antara fasilitas
kesehatan penerima alat tes tersebut antara lain: Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Jawa Tengah (2.000 alat), Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta (1.500), Dinas Kesehatan Gunungkidul, Yogyakarta (1.500), Dinas Kesehatan Kulon Progo, Yogyakarta (1.500) Dinas Kesehatan Kota Makassar, Sulawesi Selatan (1.000), Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur (1.000),







0 comments:
Post a Comment