Wednesday, November 4, 2020

Pemerintah akan mengembangkan 787 desa di NTB jelang MotoGP Mandalika


Seputardalamberita:
Desa, Daerah Tertinggal, dan Menteri Transmigrasi Abdul Halim Iskandar akan mengawal pengembangan destinasi wisata di empat kabupaten di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengantisipasi balapan motor MotoGP di Mandalika, Lombok, tahun depan. Proyek, yang telah dialokasikan Rp 9,4 miliar (US $ 

642.239), juga akan memerlukan pengembangan 787 desa di empat kabupaten, kata Abdul. “Kabupaten-kabupaten yang akan dibangun itu berada di dalam Kawasan Wisata Prioritas Mandalika,” kata Abdul saat rapat online persiapan MotoGP, Selasa, seperti dikutip kompas.com. Dia mengatakan, pihaknya fokus 

pada bagaimana masyarakat lokal, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM), bisa mendapatkan keuntungan dari ajang balap tersebut. Strategi yang memungkinkan, kata dia, dapat mencakup mempromosikan homestay wisata atau memperkuat pemasaran digital yang menampilkan keindahan 

budaya lokal. “Kementerian juga mendorong pemasaran produk lokal unggulan melalui BUMD [bisnis milik desa] di MotoGP, hotel, dan tujuan wisata lainnya,” kata Abdul. Pada Februari lalu, penyelenggara MotoGP Indonesia 2021 memperkirakan ajang tersebut bisa menghasilkan uang sebesar US $ 15 juta dariAGENDOMINO 

penjualan tiket dan pendapatan pariwisata. Terlepas dari antusiasme umum terhadap proyeksi peningkatan MotoGP untuk pariwisata lokal, namun acara tersebut telah menimbulkan kekhawatiran atas sengketa lahan yang melibatkan beberapa warga Nusa Tenggara Barat yang keberatan dengan pembangunan sirkuit 

balap. Bulan lalu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta Perusahaan Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) menghentikan sementara pembangunan sirkuit setelah 

perwakilan komisi tersebut mengunjungi lokasi dan bertemu dengan penduduk setempat. Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan komisi telah menerima laporan tentang sengketa tanah dari 15 pemilik tanah.

0 comments:

Post a Comment