Thursday, November 5, 2020

Palembang memulai pembangunan instalasi pengolahan air limbah untuk mengurangi polusi


Seputardalamberita:
Pemerintah Palembang di Sumatera Selatan telah memulai pembangunan instalasi pengolahan air limbah baru dalam upaya untuk mengurangi pencemaran air di wilayah tersebut, terutama di sepanjang Sungai Musi yang terkenal tetapi sangat tercemar. Proyek senilai Rp 1,2 triliun (US $ 82,8 juta), yang dilakukan 

melalui konsorsium PT Pembangunan Perumahan dan McConnell Dowell dari Australia, diharapkan bermanfaat bagi sekitar 100.000 penduduk kawasan itu di tengah kekhawatiran atas kemungkinan risiko kesehatan yang melekat di perairan di sepanjang wilayah setempat. sungai. Wali Kota Palembang 

Harnojoyo mengatakan penduduk kota selama ini sangat bergantung pada Sungai Musi untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk sanitasi. Namun, sungai itu semakin tercemar selama bertahun-tahun karena orang terus membuang sampahnya di sepanjang sungai, katanya. “Penting untuk memastikan sumber air primer 

yang bersih,” kata Harnojoyo saat peletakan batu pertama, Rabu, seraya menambahkan bahwa 70 persen warga memiliki akses ke fasilitas sanitasi. ChargĂ© d'affaires Australia untuk Indonesia, Alison Duncan, menyampaikan antusiasmenya terhadap proyek tersebut, dengan mengatakan bahwa ia mengharapkan AGENDOMINO

instalasi pengolahan tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup penduduk setempat, terutama terkait akses ke air bersih dan sanitasi.

Australia bangga dapat bekerjasama dengan Indonesia dan kota Palembang untuk mendanai proyek vital ini, ”kata Duncan. Danis Sumadilaga, Kepala Direktorat Jenderal Pertanahan, Perencanaan, dan Pertanahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kementerian Pekerjaan Umum dan 

Perumahan Rakyat, mengatakan pemerintah pusat telah memperhatikan perkembangan pesat di Palembang dan oleh karena itu melihat daerah tersebut cocok untuk proyek percontohan pengolahan air limbah. Ia melanjutkan, pemerintah juga akan segera menjamin akses air bersih dan sanitasi di sejumlah 

daerah lain. “Akan ada proyek serupa di Jakarta, juga di [daerah lain] di Sumatera dan Kalimantan,” kata Danis. Instalasi pengolahan air limbah tersebut diharapkan mulai beroperasi pada awal 2022 dengan kapasitas maksimal 200.000 meter kubik air per hari.

0 comments:

Post a Comment