Friday, November 13, 2020

Keluarga membentuk kasus baru COVID-19 yang dikonfirmasi di Yogyakarta, C.Jawa


Seputardalamberita:
Delapan belas anggota keluarga besar di Yogyakarta dinyatakan positif COVID-19. Dinkes Yogyakarta dan satuan tugas COVID-19 menemukan kasus baru tersebut menggunakan pelacakan kontak setelah kepala keluarga meninggal karena penyakit tersebut awal bulan ini. “Dua puluh satu anggota keluarga 

tinggal di rumah yang sama; 18 ditemukan mengidap virus corona setelah melakukan tes usap. Salah satu dari mereka meninggal karena COVID-19 dan satu lagi karena penyakit kardiovaskular - tetapi yang terakhir belum pernah dilakukan tes usap, ”kata kepala satuan tugas COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi, Kamis.

Dia menjelaskan bahwa kepala keluarga dulu sering mengantar istrinya bekerja di pasar Beringharjo, tujuan wisata populer dan tempat dia menjual paket makan. "Kami berencana melakukan screening di pasar Beringharjo, tapi pertama-tama kami harus mengontrak melacak [istri] dan mengidentifikasi di blok 

mana dia biasa bekerja," kata Heroe, menambahkan bahwa pasar tersebut memiliki enam blok. Terlepas dari 18 kasus baru, pemerintah kota belum berencana untuk menutup pasar sementara. “Saat ini, kami tidak menganggap [18 kasus baru] sebagai kelompok keluarga. Itu baru satu keluarga, dan kami belum menerima informasi lebih lanjut tentang siapa pengangkutnya, ”kata Heroe. Hingga Kamis, YogyakartaAGENDOMINO 

mencatat 4.399 kasus COVID-19, termasuk 3.568 pemulihan dan 108 kematian. Di Jawa Tengah, seorang pengantin baru dan orang tuanya meninggal karena COVID-19. Pengantin perempuan berusia 28 tahun, yang diidentifikasi sebagai LD, adalah warga Desa Wonorejo di Kecamatan Kalijambe. LD 

telah melaporkan melakukan perjalanan ke kampung halamannya dari Jakarta dua hari sebelum pernikahannya, yaitu pada 10 Oktober. 24. Setibanya di rumah, LD mengatakan dia merasa sakit dan memutuskan untuk pergi ke dokter. Dia diberitahu untuk memeriksakan diri ke rumah sakit untuk rawat 

inap tetapi dia dilaporkan menolak karena dia akan menikah. LD melanjutkan pernikahannya dan bahkan akan mengadakan resepsi kedua di kampung halaman suaminya di Kabupaten Wonogiri pada tanggal 1 Oktober. 26. Selama perjalanan ke Wonogiri, LD kembali merasa sakit dan langsung dibawa ke RSUD Dr. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moewardi Surakarta. Rumah sakit menyatakan LD positif dengan COVID-19 dan memerintahkannya untuk dirawat di fasilitas tersebut. Namun, dia meninggal pada November. 5.

0 comments:

Post a Comment