Tuesday, November 24, 2020

Kampanye pilkada berkontribusi pada kasus COVID-19 di Kalimantan


Seputardalamberita:
Dua puluh tujuh orang yang dinyatakan positif COVID-19 di Tarakan, Kalimantan Utara, diyakini telah terinfeksi pada acara kampanye pemilihan kepala daerah, yang akan berlangsung pada bulan Desember. Hingga Selasa, Tarakan telah mencatat 648 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, termasuk 404 pemulihan dan tujuh kematian. Juru bicara tim COVID-19 Tarakan Devi Ika Indriarti mengatakan, 27 orang yang 

terjangkit COVID-19 tidak menunjukkan gejala. "Mereka akan mudah tertular virus jika mereka tidak fit," kata Devi, Selasa seperti dikutip antaranews.com. Ia menambahkan, wisatawan yang datang ke Tarakan dengan rapid test COVID-19 non-reaktif tetap didorong untuk melakukan isolasi sendiri selama 14 hari. Namun, jika para pelancong dijadwalkan untuk terlibat dalam acara sosial sebagai bagian dari kegiatanAGENDOMINO  

kampanye, mereka dihimbau untuk melakukan tes usap. Dia mengimbau siapa pun yang pernah berpartisipasi dalam kegiatan terkait pemilu, termasuk mengorganisir kampanye, untuk terlebih dahulu melaporkan jadwal mereka ke tim COVID-19 Tarakan. Sementara itu, pada Ahad lalu, Rumah Sakit 

Umum Daerah (RSUD) Tarakan ditutup sementara setelah diketahui tiga spesialisnya terjangkit COVID-19. Berdasarkan surat edaran yang ditandatangani oleh penjabat direktur rumah sakit, M. Hasbi Hasyim, rumah sakit tersebut menghentikan operasi di unit gawat darurat, fisioterapi dan operasi pusat dari Senin 

hingga Jumat. Sementara itu, operasi di unit perawatan rawat jalan ditutup pada hari Senin dan akan dilanjutkan pada 30 November. Ketiga spesialis tersebut bergejala dan sekarang dalam isolasi diri, ”kata Hasbi. Pada bulan Oktober, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan bahwa tiga kandidat 

pencalonan pilkada serentak mendatang telah meninggal karena COVID-19. Komisioner KPU Evi Novilda Ginting Manik mengatakan, calon pertama yang meninggal adalah Muharram, Bupati Kabupaten Berau di Kalimantan Timur. "Muharram meninggal pada 22 September, sehari sebelum pengumuman calon yang memenuhi syarat [di kabupaten]," kata Evi pada hari Minggu ketika calon 

kedua yang menyerah pada COVID-19 adalah Adi Darma, yang mencalonkan diri dalam pemilihan walikota. di Bontang, juga di Kalimantan Timur. Adi meninggal pada Kamis setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada, Bontang.

0 comments:

Post a Comment