Tuesday, November 24, 2020

COVID-19 menyebar di Jawa Tengah karena masyarakat mengabaikan protokol kesehatan


Seputardalamberita:
Penyakit virus korona terus menyebar di bagian tengah dan selatan Jawa Tengah, dengan lonjakan kasus yang sebagian disebabkan oleh kurangnya kesadaran tentang COVID-19 dan pencegahan penyakit. Hingga Senin pukul 17.00 WIB, terdapat 831 kasus di Surakarta - terbanyak di Jawa Tengah - 801 di 

Kabupaten Wonosobo, 772 di Kabupaten Cilacap, 713 di Kabupaten Kebumen dan 568 di Kabupaten Magelang, menurut data resmi dari provinsi tersebut. Ibu kota provinsi, Semarang yang sebelumnya memiliki kasus paling aktif di wilayahnya, turun ke urutan keenam dengan 533 kasus aktif, disusul 

Kabupaten Boyolali dengan 516 kasus, Kabupaten Semarang 512, Kabupaten Purbalingga 477, Kabupaten Kendal 434, dan Kabupaten Banyumas. dengan 406. Data tersebut juga menunjukkan bahwa jumlah pasien yang mengisolasi diri telah melebihi jumlah pasien rawat inap. Sementara itu, halaman update AGENDOMINO 

COVID-19 di situs web Pemerintah Jawa Tengah menyebutkan terdapat 48.273 kasus kumulatif, di mana 7.036 kasus masih dalam perawatan, sedangkan 37.936 pasien sudah pulih hingga Senin pukul 12.00 WIB. Data tersebut juga mencatat 3.301 kematian dan 769 kasus tambahan yang dikonfirmasi dalam 24 

jam terakhir. Sekretaris Kabupaten Wonosobo Andang Wardoyo membenarkan lonjakan kasus COVID-19 di kabupaten tersebut, yang menyatakan bahwa ini hanya karena upaya pemerintah yang diperluas dalam penelusuran dan pelacakan. Namun, Andang mengatakan masyarakat semakin kurang disiplin dalam 

mematuhi protokol kesehatan COVID-19. “Orang-orang masih mengadakan acara yang bisa mengundang keramaian, seperti kegiatan keagamaan seperti pengajian. Saya sudah pesankan evaluasi untuk melihat apakah kita harus memberlakukan tindakan yang lebih ketat, seperti membatasi peserta menjadi 50 orang paling banyak Wonosobo memiliki lima unit isolasi dan tiga rumah sakit rujukan, yaitu RSUD KRT 

Setjonegoro Wonosobo, RS Islam Wonosobo dan Muhammadiyah Wonosobo Rumah Sakit. Menurut Andang, rumah sakit memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung pasien baru karena banyak pasien asimtomatik yang mengisolasi diri di rumah.

0 comments:

Post a Comment